Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Bima Krisis Dokter, Layanan Rawat Inap PKM Bolo Ditutup Sementara

Nurjanah. Foto Ist.
Nurjanah. Foto Ist.

Bima, Berita11.com – Sejumlah Puskesmas (PKM) di Kabupaten Bima mengalami krisis tenaga dokter. Sedikitnya empat Puskesmas terdampak, yakni PKM Bolo, Donggo, Soromandi, dan Wawo. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah layanan kesehatan terganggu, termasuk penutupan sementara layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap di PKM Bolo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti, mengatakan hingga saat ini PKM Donggo, Soromandi, dan Wawo tidak memiliki dokter. Sementara itu, PKM Bolo hanya memiliki satu dokter aktif, padahal jumlah pasien yang datang berobat mencapai sekitar 200 orang setiap hari.

Bacaan Lainnya

“Khusus untuk pelayanan di PKM Donggo, Soromandi, dan Wawo, kami menugaskan sementara dokter dari Puskesmas lain. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di PKM Bolo, kami telah meminta bantuan dokter dari RSUD Sondosia,” ujarnya kepada Berita11.com, Kamis (30/7/2026).

BACA JUGA:  Perluas Akses Kesehatan, Bupati Dompu Ajukan Pembangunan Puskesmas dan Pengembangan RSUD ke Menkes

Nurul menjelaskan, akibat keterbatasan tenaga dokter, PKM Bolo untuk sementara menghentikan pelayanan IGD dan rawat inap. Pasien yang membutuhkan pelayanan tersebut dialihkan ke RSUD Sondosia.

Menurutnya, PKM Bolo sebenarnya memiliki dua dokter definitif. Namun, satu dokter sedang menjalani cuti sakit, sedangkan dokter lainnya mengikuti pendidikan spesialis sehingga hanya tersisa satu dokter yang bertugas.

Sementara itu, Kepala PKM Bolo, Hj Nurjanah, mengatakan krisis dokter di fasilitas kesehatan yang dipimpinnya dipicu oleh dua kondisi tersebut.

“Dokter yang cuti sakit memiliki gangguan jantung sehingga tidak memungkinkan memberikan pelayanan secara maksimal. Sementara satu dokter lainnya sedang melanjutkan pendidikan,” katanya.

Ia mengatakan, dengan hanya satu dokter yang bertugas, pelayanan rawat inap di PKM Bolo terpaksa ditutup sementara.

Menurut Nurjanah, pasien yang membutuhkan penanganan darurat diarahkan ke RSUD Sondosia. Sedangkan masyarakat yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan dasar dapat mendatangi Puskesmas terdekat, seperti PKM Soromandi atau PKM Madapangga.

Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terkait kekurangan tenaga dokter tersebut. Dinas Kesehatan bahkan telah menerbitkan surat keputusan penugasan bagi dokter RSUD Sondosia untuk membantu pelayanan di PKM Bolo.

BACA JUGA:  Rumah Warga Sangia Sape Terbakar, Nilai Kerusakan Ditaksir Rp100 Juta

Namun, kata dia, dokter yang ditugaskan dari RSUD Sondosia belum bersedia menjalankan penugasan di PKM Bolo.

Persoalan kekurangan dokter di PKM Bolo sebelumnya juga mendapat sorotan dari organisasi kepemudaan yang menggelar aksi unjuk rasa karena terganggunya pelayanan kesehatan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima disebut telah mengambil langkah dengan menerbitkan surat keputusan penempatan tiga dokter di PKM Bolo. Ketiga dokter tersebut dijadwalkan dipanggil oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bima pada Jumat (31/7/2026).

Meski demikian, Nurjanah berharap pemerintah tidak hanya menempatkan dokter sementara, tetapi segera menerbitkan surat keputusan penempatan definitif bagi sedikitnya dua dokter di PKM Bolo agar pelayanan kesehatan dapat berjalan normal.

Ia menilai kebutuhan tenaga dokter di PKM Bolo masih jauh dari ideal. Berdasarkan beban pelayanan dan jumlah pasien, Puskesmas tersebut membutuhkan sedikitnya 11 dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait