Bakal Gelar Aksi September Hitam, BEM Unram Desak Pemerintah Hentikan Program MBG

Mataram, Berita11.com— Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (BEM Unram) akan menggelar aksi unjuk rasa dalam momentum September Hitam, beberapa hari mendatang.

Dalam aksi yang dipusatkan di Kantor Gubernur NTB, mahasiswa akan membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mendesak Pemerintah Provinsi NTB menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah NTB.

Bacaan Lainnya

Koordinator BEM SI yang juga Ketua BEM Universitas Mataram, Mavi Adiek Garlosa, mengatakan pihaknya akan memfokuskan aksi pada persoalan MBG sekaligus menyikapi momentum September Hitam.

“Kita akan fokus ke MBG, sama untuk sikapi September Hitam,” kata Mavi kepada Berita11.com, Senin (13/9/2026).

Menurut Mavi, program MBG sudah tidak layak untuk dilanjutkan setelah berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya.

BACA JUGA:  PMI Sumbang Devisa Rp159,6 Triliun Setiap Tahun, BP2MI Perkuat Penempatan Sektor Formal

Ia mengatakan pemerintah sebelumnya telah diberikan kesempatan untuk melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan program tersebut. Namun, berbagai persoalan yang terjadi dinilai masih terus berulang.

“Program ini sudah tidak bisa dilanjutkan lagi. Lebih baik anggarannya untuk pembangunan yang lain. Kita sudah memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbenah, akan tetapi kasus ini tetap sama sehingga saya rasa program ini tidak bisa dilanjutkan,” tegasnya.

Selain meminta penghentian program MBG, mahasiswa juga mendesak Pemprov NTB memberikan jaminan kesehatan kepada para korban yang terdampak persoalan dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurut Mavi, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat yang menjadi korban mendapatkan penanganan kesehatan secara layak.

BEM Unram juga meminta Pemprov NTB mengambil sikap terhadap pelaksanaan MBG di daerah, termasuk mempertimbangkan penghentian program tersebut.

“Kami mendesak Pemprov NTB untuk menolak MBG di NTB dan memberikan jaminan kesehatan kepada para korban,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pelapor Masalah APBDes Sondosia Sorot Dugaan Mark Up Anggaran Makan Rp76 Juta

Soroti September Hitam

Aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari momentum September Hitam yang digunakan mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial, ketidakadilan dan kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dikritisi.

Dalam momentum tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan refleksi terhadap berbagai persoalan masa lalu, tetapi juga mengangkat persoalan aktual yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.

Mavi mengatakan isu MBG menjadi salah satu fokus utama yang akan dibawa mahasiswa dalam aksi di Kantor Gubernur NTB.

Desakan penghentian MBG tersebut, kata dia, juga berkaitan dengan evaluasi terhadap program dan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaannya.

Mahasiswa menilai anggaran yang selama ini dialokasikan untuk program tersebut dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya yang dinilai lebih mendesak.

BEM Unram berharap pemerintah tidak mengabaikan tuntutan mahasiswa dan segera mengambil langkah konkret terhadap persoalan MBG, khususnya terkait perlindungan serta jaminan kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban. [B-22]

Pos terkait