Belajar dari Pelanggaran Caleg lain, PPP Ingatkan Kader tak Libatkan ASN dan Kades dalam Kampanye

Dokumentasi kegiatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bima beberapa tahun silam/ Ilustrasi.
Dokumentasi kegiatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bima beberapa tahun silam/ Ilustrasi.

Bima, Berita11.com— Belajar dari berbagai pelanggaran Pemilu yang diduga melibatkan sejumlah calon legislatif (caleg) dari partai lain, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) mengingatkan seluruh kadernya yang maju sebagai kontestan pada Pemilu 2024 agar tidak melakukan pelanggaran kampanye.

Hal tersebut diungkapkan Dewan Pembina DPC PPP Kabupaten Bima, Ir Rajiman M.Si. “Kami sudah mengingatkan caleg kami tidak melakukan pelanggaran yang sama,” ujar Rajiman disela menyampaikan keterangan di kantor Sentra Gakumdu, Kamis (28/12/2023) lalu.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ibnu: Tak hanya Berdampak Terhadap ID, Penundaan Pemilu bisa Timbulkan Kekacauan hingga Kudeta

Rajiman mengungkapkan pengalamannya saat didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), setelah Badan Pengawas Pemilan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima memproses dan memeriksanya sebagai terlapor pada Pemilu 2019.  “Waktu itu yang bikin saya gagal (terus maju sebagai caleg) karena undangan (mengikuti kampanye),” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya itu, Rajiman berharap Bawaslu Kabupaten Bima segera memutus laporan kasus dugaan pelanggaran yang melibatkan dua oknum kepala sekolah di Kecamatan Woha yang mengikuti kegiatan kampanye salah satu calon anggota DPRD Provinsi NTB dari Dapil 6 bertempat di Desa Donggobolo Kecamatan Woha beberapa pekan lalu sebagaimana yang telah dilaporkan pihaknya kepada Bawaslu Kabupaten Bima.

Menurutnya laporan pihaknya telah memenuhi syarat formil dan materil. Selain itu pihaknya juga telah menyampaikan keterangan. Demikian juga saksi-saksi lain telah diambil keterangannya, termasuk pada Kamis (28/12/2023) sebanyak lima orang dihadirkan sebagai saksi.

BACA JUGA:  Hadiri Rakor dengan Bawaslu, Sekda Dompu Ingatkan Peserta Pilkada agar Utamakan Kampanye yang Santun

“Saya dulu pernah didiskualifikasi, sehingga saya harap penangananya cepat dan tanpa diskriminasi,” harapnya. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait