Musim Hujan, tapi Cuaca Terasa Panas di Bima dan Dompu, Begini Penjelasan BMKG

Petugas Stamet Bima Sedang Memonitor Kondisi Cuaca yang Ditangkap Satelit Melalui Layar Monitor Komputer. Foto US/ Berita11.com.
Petugas Stamet Bima Sedang Memonitor Kondisi Cuaca yang Ditangkap Satelit Melalui Layar Monitor Komputer. Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Sampai saat ini wilayah Bima dan Dompu masih berada pada musim hujan, namun beberapa hari terkahir cuaca di wilayah Bima dan Dompu terpantau cerah berawan, cuaca terasa panas serta tidak ada hujan yang turun.

Akibat kondisi itu, masyarakat mengeluh dan bertanya berkaitan dengan perubahan cuaca tersebut. Padahal sebelumnya telah diprediksi Januari saat ini, wilayah Bima dan Dompu berada pada puncak musim hujan. Mengapa kondisi tersebut dapat terjadi?

Bacaan Lainnya

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bima, Satria Topan Primadi menjelaskan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu kondisi tersebut, antara lain adanya pembentukan sirkulasi Siklonik di sekitar Samudera Pasifik bagian Utara, yang menyebabkan perubahan aliran Monsun Asia masuk ke wilayah Bima dan Dompu.

BACA JUGA:  Sejumlah Pohon Tumbang dan Kabel Telkom Putus setelah Kabupaten Bima Dilanda Angin Kencang

“Pada saat musim hujan berlangsung Monsun Asia yang membawa massa udara basah seharusnya cenderung aktif di atas wilayah Bima dan Dompu, tetapi karena kondisi tersebut massa uap air dari Asia menjadi terhalang dan berdampak pada pembentukan awan hujan di wilayah Bima dan Dompu berkurang,” ujar Topan melalui siaran pers BMKG Bima, Rabu (11/1/2023).

Dijelaskannya, pola dan kondisi angin di atas wilayah Bima dan Dompu terpantau bergerak dari arah Selatan hingga Barat Laut dengan kecepatan yang cukup tinggi, berkisar antara 20-30 km/jam. Arah angin dari Selatan umumnya akan membawa massa udara kering ditambah dengan kecepatan angin yang tinggi dapat menghalangi pertumbuhan awan hujan.

Pemicu ketiga sebut Topan,  berkaitan kondisi kelembapan udara di atas wilayah Bima dan Dompu dari lapisan permukaan hingga 500 hpa terpantau cukup kering berkisar antara 30-50 persen, sehingga tidak cukup mendukung untuk perkembangn awan hujan.

Alat Pengukur Evaporasi Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Foto US/Berita11.com.

“Berdasarkan pertimbangan dari perkembangan kondisi dinamika atmosfer saat ini terpantau adanya pola angin baratan yang kembali aktif di atas wilayah Bima dan Dompu, namun demikian kondisi kecepatan angin masih cukup tinggi pada lapisan dan kelembapan udara juga belum kondusif,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bibit Siklon Tropis Terpantau TCWC Jakarta, BMKG Bima Ingatkan Potensi Angin Kencang 40 Km/Jam

Karena kondisi tersebut, diprediksi cuaca di wilayah Bima dan Dompu selama sepekan mendatang antara 12-18 Januari 2023 kondisinya berawan, namun masih terdapat potensi hujan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari.

“Untuk esok hari tanggal 12 Januari 2023 diprediksi berawan, terdapat potensi adanya hujan intensitas ringan-sedang pada siang hingga sore hari. Pada tanggal 13-15 Januari  2023 cuaca umunya berawan. Tanggal 16-18 Januari 2023 cuaca umunya berawan,  terdapat potensi hujan ringan-sedang pada siang hingga sore hari,” katanya.

Topan juga mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan. Informasi cuaca dapat diakses melaui melalui media sosial BMKG BIMA (Facebook: BMKG BIMA dan instgaram: @bmkg_bima), telepon 24 jam (0374) 42315 dan WhatsApp : +6282340448422. [B-22]

Pos terkait