Bima, Berita11.com— Pelaksana Tugas Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Tente 3 Kecamatan Woha yang juga guru SDN Tente 3, Evi Ernawati menyampaikan pengaduan terkait menu nasi goreng basi yang diterima dan dimakan sejumlah siswa di TK yang dipimpinnya.
Keluhan tentang nasi goreng basi dalam menu MBG yang disalurkan oleh dapur umum (SPPG) di Kecamatan Woha itu disampaikan Evi Ernawati kepada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima pada Jumat (12/12/2025) siang.
Evi mengaku, pada awalnya dua siswi TK yang dipimpinnya mengeluh sakit perut setelah memakan nasi goreng yang merupakan menu MBG yang disalurkan SPPG di Kecamatan Woha.
“Memang ada menu MBG yang sudah basi, menu nasi gorengnya, awalnya anak-anak (dua orang anak) yang sedang makan mengeluhkan sakit perut dan saya suruh jangan makan,” ujarnya saat dihubungi Berita11.com, Jumat (12/12/2025) siang.
Ia kemudian mengecek kondisi nasi goreng yang disalurkan SPPG tersebut dan memang benar dalam sudah dalam kondisi basi. “Dikarenakan sekolah TK dan SD satu atap, maka saya tanya ibu-ibu guru yang lain dan dijawab ia memang agak basi nasinya ini, ndak enak, kata guru-guru tersebut,” ujar dia.
Dikatakannya, umumnya para guru-guru tidak ada yang berani bersuara. “Tadi saya dapatkan konfirmasi ke Pak Kadis ( Dikbudpora Kabupaten Bima) agar makanan tersebut dibawa ke Dikpora dan dicium langsung oleh Pak Kadis memang menu MBG hari ini basi. Biar tidak dikatakan hoaks atau fitnah makanya saya langsung membawanya ke dinas, seandainya ada Bupati saya mau membawa langsung ke Bupati,” ujar dia.
Person in Charger/ PiC Program MBG Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Dr Karyadin mengaku belum mengetahui ikhwal menu MBG basi yang diterima dan dimakan siswa di Kecamatan Woha, hasil droping dari SPPG.
Sementara itu, pengelola dapur umum (SPPG) di Kecamatan Woha, Hj Endang tidak merespon saat dihubungi. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News












