Bima, Berita11.com— Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue / SAR) Bima, M Darwis menegaskan, rencana pencarian Kifen (18 tahun), korban hilang di Gunung Sangiang Api bukan bagian dari lanjutan operasi pencarian oleh Pos SAR Bima yang sebelumnya telah tersmi dihentikan.
M Darwis menjelaskan, rencana pencarian oleh Basarnas melalui Kantor SAR Mataram bersama tim gabungan di Bima atas permintaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. “Pencarian ini atas dasar (permintaan) Pemerintah Kabupaten meminta bantuan pencarian korban,” jelas Darwis melalui layanan media sosial whatshapp, Selasa (23/12/2025).
Dikatakannya, operasi pencarian oleh Tim SAR sebelumnya telah dihentikan karena tidak menemukan tanda-tanda atau jejak dari Kifen. Selain itu, telah ada permintaan orang tua korban agar dihentikan.
Diketahui sebelumnya, untuk mendukung pencarian, Bupati Bima mendatangkan Drone Thermal lengkap dengan pilot dan copilot dari Pencarian dan Penyelamatan (Search and Rescue / SAR) Mataram.
Drone Thermal adalah drone yang juga dipakai oleh Tim SAR saat pencarian Juliana Marins di Gunung Rinjani. Drone Thermal memiliki kemampuan mendeteksi suhu tubuh dengan jangkauan 5 kilometer dan ketinggian 1.000 feet (3.2 km).
Berdasarkan surat perintah (surat tugas) dari Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Haryadi, kegiatan bantuan pencarian oleh dua personil Kantor SAR Mataram terhadap korban hilang di puncak Gunung Sangiang Api Kabupaten Bima dari 23 Desember 2025 hingga 26 Desember 2025. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News












