Tokoh Masyarakat Ajak Warga NTB Jaga Stabilitas dan Kerukunan Jelang Hari Besar Keagamaan

Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag. Foto Ist.
Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag. Foto Ist.

Mataram, Berita11.com – Tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas daerah, keamanan, serta kerukunan sosial menjelang peringatan hari besar keagamaan nasional (HBKN), Idul Adha 2026.

Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag mengatakan momentum hari besar keagamaan harus dijadikan sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga kondusivitas daerah.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, masyarakat NTB selama ini dikenal memiliki budaya religius dan semangat toleransi yang kuat. Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dari berbagai tindakan maupun penyebaran informasi yang berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Silaturahmi dengan Toga dan Toma, Haji Man sebut Peran Serta Elemen Masyrakat Penting

“Momentum hari besar keagamaan ini harus menjadi ruang mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, dan menjaga kedamaian daerah. Jangan sampai perbedaan pandangan memicu perpecahan di tengah masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing serta meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap sesama warga yang membutuhkan.

Selain itu, Masnun Tahir meminta generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya di media sosial. Menurut dia, stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama demi mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Senada dengan itu, tokoh pemuda NTB, Al Mukmin mengajak para pemuda untuk berperan aktif menjaga suasana damai dan kondusif menjelang hari besar keagamaan nasional.

BACA JUGA:  Pemdes Sanolo Sosialisasi Penjaringan Perangkat Desa

Ia menilai pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan serta mencegah berkembangnya isu-isu provokatif yang dapat mengganggu stabilitas sosial di daerah.

Al Mukmin. Foto Ist.
Al Mukmin. Foto Ist.

Pemuda harus menjadi pelopor persatuan dan kedamaian. Jangan mudah terpengaruh hoaks maupun ajakan yang dapat memecah belah masyarakat,” katanya.

Al Mukmin juga berharap seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, hingga aparat keamanan terus memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama peringatan hari besar keagamaan berlangsung.

“Kondisi daerah yang aman dan harmonis menjadi modal penting untuk menjaga kebersamaan serta mendukung kemajuan NTB,” tambahnya. [B-25]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait