Ketua Umum HIMDOS Desak Pemprov NTB Segera Perbaiki Jalan Pantura Soromandi

Kondisi jalan rusak di Kecamatan Soromandi dan Ketua Umum Himdos Bima, Indrayana. Kolase Berita11.com.
Kondisi jalan rusak di Kecamatan Soromandi dan Ketua Umum Himdos Bima, Indrayana. Kolase Berita11.com.

Bima, Berita11.com– Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Donggo Soromandi (HIMDOS) Bima, Indrayana, mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera memperbaiki jalan lintas Pantura Sampungu-Kilo di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram (HIMSI-M) di depan Kantor Gubernur NTB beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Menurut Indrayana, kondisi jalan di wilayah Soromandi sudah puluhan tahun memprihatinkan dan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:  Soal Pustu Desa Tumpu Dibangun di Tanah Sekolah, Pemkab Bima Pastikan tak Masalah

“Masyarakat Soromandi sudah sekitar 30 tahun hidup dalam keresahan dan kesengsaraan akibat kondisi jalan yang tidak layak dilintasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (7/5/2026).

Ia menilai kerusakan jalan Pantura Sampungu-Kilo telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama para petani yang bergantung pada jalur tersebut untuk distribusi hasil pertanian.

Selain itu, kata dia, akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan juga menjadi sulit akibat buruknya kondisi infrastruktur jalan.

“Banyak ibu hamil yang harus berjuang melewati jalan rusak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Indrayana juga menyoroti tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut yang kerap memakan korban jiwa. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak menjadikan jalur Pantura Soromandi sebagai jalur rawan kecelakaan.

BACA JUGA:  MXGP-SAMOTA Indonesia Raih Best Media Opportunity 2022

HIMDOS meminta Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Dinda Damayanti Putri segera merespons tuntutan masyarakat dan mahasiswa dengan langkah konkret.

Ia menegaskan, jika aspirasi masyarakat Soromandi terus diabaikan, maka gerakan mahasiswa akan terus berlanjut dalam skala yang lebih besar.

“Kalau tuntutan ini tidak direspons, maka akan ada gerakan besar-besaran mahasiswa Donggo-Soromandi di berbagai wilayah Indonesia,” tegasnya. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait