Ayah dan Anak di Belo Tewas Tersengat Listrik Saat Cor Pondasi Rumah

Korban kesetrum saat bekerja. Foto ist.
Korban kesetrum saat bekerja. Foto ist.

Bima, Berita11.com – Peristiwa tragis menimpa dua warga Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Rabu (13/5/2026). Seorang ayah dan anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat mengecor pondasi rumah salah satu warga di Desa Ngali, Kecamatan Belo.

Kedua korban masing-masing bernama Arifin Ahmad (57), seorang tukang batu, dan anaknya Ariyansyah Putra alias Adi (26), mahasiswa. Keduanya merupakan warga RT 1 Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Belo, Johansyah menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 11.15 WITA di rumah milik Asri, Sekretaris Desa Ngali, yang berada di RT 7 RW 2 Desa Ngali.

Menurut keterangan saksi, saat kejadian para pekerja sedang melakukan pengecoran pondasi tiang rumah. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh satu kepala tukang dan tiga buruh bangunan.

BACA JUGA:  Dukung KTT G20, Sesepuh PMII dan Ketua GP Ansor Kota Bima Ajak Masyarakat jaga Kamtibmas

“Sebelumnya para pekerja selesai melakukan pengecoran pondasi tiang pertama dan kemudian melanjutkan ke pondasi tiang kedua,” ujar Kapolsek.

Saat proses berlangsung, Ariyansyah Putra alias Adi berada di bagian atas sambil memegang besi tiang cor menggunakan kedua tangannya. Diduga karena beban besi yang cukup berat ditambah hembusan angin, posisi besi cor menjadi tidak stabil hingga menyentuh bagian atap rumah milik warga bernama Ibnu yang dialiri listrik.

Kontak antara besi cor dengan jaringan listrik tersebut menyebabkan Ariyansyah langsung tersengat arus listrik.

Melihat anaknya tersengat listrik, Arifin Ahmad yang berada tidak jauh dari lokasi spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, ia juga ikut tersengat listrik hingga terpental ke dalam lubang pondasi.

BACA JUGA:  Bima di Bawah Matahari yang Murka

“Korban Arifin ditemukan dalam posisi terlentang di dalam lubang pondasi dengan kepala menghadap ke selatan,” jelas Johansyah.

Sementara itu, Ariyansyah sempat tidak sadarkan diri sambil masih memegang besi tiang cor sebelum akhirnya terjatuh ke dalam lubang pondasi dalam posisi jongkok.

Akibat kejadian tersebut, Ariyansyah mengalami sejumlah luka di bagian dada kiri, mata kanan dan dahi kanan. Kedua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Adapun saksi-saksi yang dimintai keterangan dalam peristiwa tersebut antara lain Asri (48), Sekdes Ngali, M. Saidin (56) selaku kepala tukang, serta dua warga lainnya yakni Fajrin (24) dan Abi (24).

Pihak kepolisian dari Polsek Belo telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait