Ratusan Rumah Terdampak Banjir dan Angin Kencang di Lima Kecamatan di Kabupaten Bima

Kondisi luapan banjir menggenangi pemukiman warga di Kabupaten Bima, Senin (10/11/2025) sore.
Kondisi luapan banjir menggenangi pemukiman warga di Kabupaten Bima, Senin (10/11/2025) sore.

Bima, Berita11.com— Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan angin kencang melanda lima kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (10/11/2025). Akibat peristiwa ini, sedikitnya 646 unit rumah terendam banjir dan 15 unit rumah mengalami kerusakan atap.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, mengatakan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berlangsung sejak pukul 11.40 WITA hingga 14.45 WITA.

Bacaan Lainnya

“Total ada 715 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.064 jiwa terdampak banjir. Sedangkan 15 rumah rusak akibat angin kencang. Beruntung, sampai laporan ini dibuat, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan,” ujar Huda di Bima, Selasa (11/11/2025).

 

Banjir Melanda Empat Kecamatan

BACA JUGA:  Diduga Korsleting, Rumah Panggung di Langgudu Ludes Terbakar, Kerugian Rp75 Juta

Huda menjelaskan, bencana banjir paling parah melanda sepuluh desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Sanggar, Bolo, Soromandi, dan Wera.

Di Kecamatan Sanggar, banjir merendam empat desa (Boro, Kore, Sandue, dan Taloko), menyebabkan 307 KK terdampak. Ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 80 cm, yang diakibatkan oleh meluapnya air sungai karena derasnya air dari gunung.

Sementara itu, di Kecamatan Bolo, banjir merendam Desa Nggembe, Tumpu, dan Rada, dengan total 283 KK terdampak. Banjir di Desa Nggembe menjadi yang terparah, dengan 204 KK dan 177 unit rumah terendam.

“Banjir juga terjadi di Kecamatan Soromandi, Desa Lewintana dan Bajo. Di Desa Lewintana, 121 KK terdampak dan akses jalan provinsi tergenang. Selain itu, banjir di Kecamatan Wera, Desa Mandala dan Nangawera, menyebabkan kerusakan pada tebing sungai sepanjang total 215 meter,” jelas Huda.

 

Angin Kencang Merusak Belasan Rumah

Selain banjir, angin kencang juga terjadi di dua desa di Kecamatan Wawo, yakni Desa Pesa dan Desa Maria.

BACA JUGA:  Enam Rumah Warga di Bima Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

“Angin kencang ini merusak bagian atap 15 unit rumah warga. Di Desa Pesa, bahkan satu tiang listrik dilaporkan roboh dan menimpa rumah warga,” tambah Huda.

Menurut Huda, saat ini kondisi air di sebagian besar lokasi terdampak sudah mulai surut. Warga dibantu tim BPBD dan aparat setempat bergotong royong membersihkan lumpur. Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini.

BPBD Kabupaten Bima telah mengambil langkah cepat dengan melakukan kaji cepat, pendataan, dan penanganan darurat di lokasi kejadian.

“Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah bantuan tanggap darurat, logistik, material seperti seng/spandek untuk perbaikan atap, serta alat berat ekskavator untuk membantu pembersihan sisa sampah dan lumpur,” tegas Huda.

Huda juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana lanjutan seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait