Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena El Nino Super atau Godzilla yang diperkirakan terjadi pada Mei hingga September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Bima, Hardiansyah, mengatakan pemerintah daerah telah membahas potensi dampak El Nino bersama para pemangku kepentingan melalui rapat virtual dengan BNPB, Mabes Polri, dan BMKG yang diikuti di Mapolres Bima beberapa hari lalu.
“Wakil Bupati juga sempat memimpin rapat singkat di bandara bersama BMKG terkait antisipasi dampak El Nino,” ujar Hardiansyah melalui pesan WhatsApp, kemarin.
Menurut dia, dalam menghadapi dampak El Nino, Pemkab Bima akan mengikuti arahan pemerintah pusat, termasuk menyiapkan peralatan, personel, serta dukungan pendanaan apabila terjadi kondisi darurat.
“Yang utama adalah membangun kesadaran kolektif bahwa penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Slogannya, kita jaga alam dan alam pasti jaga kita,” katanya.
Hardiansyah menjelaskan, hingga pertengahan April 2026 terpantau sejumlah titik panas (hotspot) pada awal musim kemarau di wilayah Kabupaten Bima, salah satunya di Kecamatan Bolo.
Berdasarkan pemetaan BPBD, beberapa wilayah yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berada di Kecamatan Donggo, Soromandi, dan Sanggar.
Sejalan dengan imbauan BMKG, ia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau serta menghindari aktivitas pembakaran lahan.
BPBD Kabupaten Bima, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan BMKG guna memantau sebaran titik panas dan memperkirakan tingkat bahaya karhutla di wilayah setempat. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News











