Bima, Berita11.com – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bima dan Dompu berada pada level tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi ini dipicu kekeringan ekstrem, banyaknya titik panas, serta kondisi angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Rabu (9/9/2026), terdeteksi 106 titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir di wilayah Bima-Dompu.
Forecaster on Duty Stamet Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima/ BMKG Bima, Rahmat Alpentido menjelaskan, dari jumlah tersebut, 55 titik berada di Kabupaten Bima dan 51 titik di Kabupaten Dompu, sementara Kota Bima tidak ditemukan titik panas.
BMKG memetakan risiko karhutla di Kabupaten Bima dan Kota Bima berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan Kabupaten Dompu berada pada kategori tinggi.
Kondisi kekeringan juga menjadi perhatian. Hari Tanpa Hujan (HTH) tercatat mencapai 105 hari di Kabupaten Bima, 100 hari di Kabupaten Dompu, dan 104 hari di Kota Bima. Ketiganya masuk kategori ekstrem.
Selain itu, Initial Spread Index (ISI) diperkirakan berada di angka sekitar 18 atau kategori sangat tinggi. Indeks tersebut menggambarkan potensi kecepatan penyebaran api berdasarkan kondisi angin dan kelembapan bahan bakar.
BMKG juga mencatat angin permukaan bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 25–31 kilometer per jam. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Sejumlah wilayah masuk kategori awas
Dalam pemetaan status kekeringan per kecamatan, sejumlah wilayah di Kabupaten Bima dan Dompu telah masuk kategori awas.
Di Kabupaten Bima, wilayah yang tercantum dalam kategori awas antara lain Belo, Bolo, Donggo, Lambitu, Mada Pangga, Soromandi, Lambu, Langgudu, dan Palibelo. Sementara kategori siaga juga terdapat di sejumlah kecamatan lainnya.
Di Kabupaten Dompu, wilayah kategori awas meliputi Kilo, Manggelewa, Pajo, Woja, dan Kempo, sedangkan wilayah lainnya berada pada kategori siaga.
Untuk Kota Bima, Kecamatan Raba tercatat dalam kategori awas.
Alpen mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, semak, maupun sampah di area terbuka, khususnya di kawasan savana dan lahan kering wilayah Bima-Dompu.
Instansi terkait juga direkomendasikan meningkatkan patroli rutin di kawasan rawan karhutla, termasuk wilayah Donggo, Woha, Hu’u, Tambora, dan area savana kering lainnya.
“Masyarakat juga diminta tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun. Kondisi saat ini menyebabkan api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” imbaunya.
Ia menyatakan Stasiun Meteorologi Bima akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan karhutla serta mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan potensi kebakaran.
Kondisi kekeringan panjang di wilayah Bima-Dompu sebelumnya juga telah menjadi perhatian BMKG. Peluang hujan pada awal September di wilayah Bima, Dompu dan sekitarnya dilaporkan masih rendah, yakni di bawah 10 persen. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News








