Bima, Berita11.com— Fasilitas toilet di Gedung Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Sondosia, Kabupaten Bima yang dibangun dalam paket anggaran Rp9,531,331,000, mengalami kerusakan meski gedung tersebut baru diresmikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 lalu.
Kerusakan tersebut dikeluhkan sejumlah pasien dan disorot aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Aktivis serta Barisan Oposisi Aktivis dan Pemuda (BOAP) Kecamatan Bolo, Agus Reza, menilai kerusakan fasilitas pada gedung yang pembangunannya menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan selama proses pembangunan.
“Kami menduga saat mengerjakan bangunan tersebut, pihak pelaksana tidak mengutamakan mutu pekerjaan. Kenapa tidak, bangunan yang telah menghabiskan anggaran negara puluhan miliar tersebut belum genap dua bulan sudah mengalami kerusakan, terutama fasilitas toiletnya,” ujar Agus, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Agus, kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan pembangunan yang dilakukan pihak terkait, termasuk pimpinan RSUD Sondosia dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Ia bahkan meminta pihak terkait bertanggung jawab memastikan kualitas bangunan dan seluruh fasilitasnya dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Agus bersama rekannya, Irfan Maulana menyayangkan kerusakan fasilitas toilet pada ruangan PICU yang tergolong masih baru tersebut.
Menurut mereka, toilet merupakan salah satu fasilitas penting di rumah sakit karena berkaitan langsung dengan kenyamanan pasien dan keluarga pasien. Kerusakan toilet dikhawatirkan juga mengganggu kebersihan dan kenyamanan ruangan.
Ia menambahkan, apabila persoalan tersebut tidak mendapat perhatian dari pihak rumah sakit, pihaknya berencana melakukan aksi serta melaporkan persoalan tersebut kepada unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian dan Kejaksaan.
Kami akan membuat laporan resmi apabila tidak diindahkan. Karena menurut kami, pihak-pihak terkait atas pembangunan gedung tersebut harus bertanggung jawab,”ujarnya.
Terpisah, Direktur RSUD Sondosia, Firman mengatakan dirinya berada pada posisi sebagai pengguna atau user yang menerima hasil pekerjaan, sehingga persoalan fasilitas yang baru dibangun dan mengalami kerusakan tersebut, tidak terkait dengan dirinya.
“Saya hanyalah selaku user, menerima hasil pekerjaan. Terkait kualitas gedung, yang paling tepat untuk ditemui adalah PPK-nya, Pak Guntur. Bukan kewenangan saya untuk menjelaskan kualitas pekerjaan,” jelasnya.
Firman juga mengatakan bangunan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan hingga Oktober 2026.
Sementara itu, Muhammad Guntur selaku PPK pembangunan gedung tersebut membenarkan bahwa toilet di ruangan PICU mengalami kerusakan.
Saat dikonfirmasi pada Selasa, 6 Oktober 2026, Guntur menjelaskan kerusakan tersebut menyebabkan air dari lantai dua merembes hingga ke lantai satu.
Memang toiletnya rusak dalam beberapa hari ini. Bahkan wastafel juga mengalami kerusakan akibat tersumbat sisa makanan, sehingga rembesan air menyasar ke lantai satu,” ujarnya.
Guntur beralibi, bangunan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Ia mengatakan perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan sedang dilakukan pada Selasa pagi.
Pagi ini sedang kami perbaiki,”katanya menjawab wartawan.
Ia juga mengimbau keluarga pasien dan pengunjung untuk ikut menjaga fasilitas rumah sakit, khususnya dengan tidak membuang sisa makanan ke dalam toilet maupun wastafel.
“Kami berharap kepada keluarga pasien tidak membuang sisa makanan di dalam toilet karena akan merusak fasilitas yang ada. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan ruangan ini dengan rasa tanggung jawab agar semua fasilitas yang ada dapat berfungsi dengan baik,”pungkasnya. [B-17]
Follow informasi Berita11.com di Google News











