Komunitas Sekolah Terus Bantu Tingkatkan Literasi dan Numerasi Siswa SDN Sowa

Kegiatan Komunitas Sekolah SDN Sowa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, saat belajar di pantai. Suasana alam dimanfaatkan sebagai ruang belajar alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan semangat belajar siswa.
Kegiatan Komunitas Sekolah SDN Sowa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, saat belajar di pantai. Suasana alam dimanfaatkan sebagai ruang belajar alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan semangat belajar siswa.

Bima, Berita11.com— Pembentukan Komunitas Sekolah di SDN Sowa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, membawa perubahan terhadap proses pembelajaran peserta didik. Melalui pendampingan Program Sekolah Aman yang didukung Yayasan YISA dan YAPPIKA ActionAid, sekolah mengembangkan berbagai pendekatan belajar untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Ketua Komunitas Sekolah SDN Sowa, Rahmatullaili, mengatakan keberadaan komunitas membantu meningkatkan minat belajar anak-anak. Dukungan sarana dan prasarana, seperti perbaikan perpustakaan, bantuan buku cerita dan dongeng, serta alat hitung berupa sempoa, turut menunjang kegiatan pembelajaran.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, anak-anak sudah sangat terbantu sejak adanya komunitas yang terbentuk melalui program YISA dan YAPPIKA ini,” kata Rahmatullaili saat dihubungi Senin (12/10/2026).

Menurutnya, kegiatan komunitas dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sepekan. Kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dikembangkan di luar sekolah melalui berbagai metode pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak.

BACA JUGA:  Sorot MBG dan Kondisi Ekonomi, SMI Cabang Bima Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Pendidikan

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain belajar kelompok, belajar di pantai, serta kunjungan dari rumah ke rumah atau door to door. Pendekatan tersebut diterapkan untuk mendorong peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung peserta didik.

Rahmatullaili menjelaskan, sebelum adanya pendampingan program, sejumlah siswa cenderung mudah merasa bosan dan jenuh saat mengikuti pembelajaran. Kemampuan literasi dan numerasi mereka juga dinilai belum berkembang secara optimal.

Setelah berbagai pendekatan pembelajaran diterapkan, pihak sekolah mulai melihat perubahan pada minat dan keterlibatan siswa dalam belajar.

 

Guru Terapkan Metode Pembelajaran yang Lebih Menarik

Selain mendampingi kegiatan komunitas, program tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan membantu guru mengembangkan metode mengajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

BACA JUGA:  Kebun Gizi SDN Inpres Sai, Upaya Membangun Sekolah Aman dari Ancaman Gizi Buruk

Rahmatullaili mencontohkan perubahan yang dirasakannya ketika mengajar siswa kelas V. Pada pelaksanaan ulangan tengah semester, para siswa terlihat antusias mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari sehari-hari.

Menurutnya, hampir seluruh soal dapat dijawab dengan benar oleh siswa, meskipun masih terdapat satu atau dua soal yang belum dikuasai sebagian peserta didik.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu indikator yang dirasakan pihak sekolah bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan mulai memberikan hasil positif.

 

Siswa SDN Sowa belajar di pantai saat kegiatan Komunitas Sekolah.
Siswa SDN Sowa belajar di pantai saat kegiatan Komunitas Sekolah.

Meski demikian, Rahmatullaili menilai keberlanjutan kegiatan komunitas tetap perlu didukung ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai. Media pembelajaran yang menarik dibutuhkan agar siswa semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar.

Ia berharap kegiatan komunitas sekolah dapat terus dipertahankan karena menjadi salah satu pendekatan yang membantu meningkatkan minat belajar anak-anak, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait