STKIP Taman Siswa Bima Wisuda 541 Lulusan, Kampus Siapkan Transformasi Menjadi Universitas

Suasana Rapat Senat Terbuka Wisuda Strata Satu (S1) XXII STKIP Taman Siswa di Auditorium Sudirman Kampus STKIP Tamsis Bima, Sabtu (26/9/2026).
Suasana Rapat Senat Terbuka Wisuda Strata Satu (S1) XXII STKIP Taman Siswa di Auditorium Sudirman Kampus STKIP Tamsis Bima, Sabtu (26/9/2026).

Bima, Berita11.com—Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa (STKIP Tamsis) Bima menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Strata Satu (S1) XXII di Auditorium Sudirman Kampus STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (26/9/2026).

Pada momentum tersebut, Kampus Merah—sebutan STKIP Taman Siswa Bima—meluluskan 541 wisudawan dari enam program studi.

Bacaan Lainnya

Prosesi wisuda berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh daerah, civitas akademika STKIP Taman Siswa Bima, para wisudawan dan keluarga. Hadir pula Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Bima dr H Irfan Zubaidy, Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto Banu Kristanto, Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari dan Anggota DPRD Provinsi NTB dari Dapil VI Abdul Rauf.

Kegiatan wisuda juga diisi orasi ilmiah yang disampaikan Kepala SMAN 1 Kota Bima Dr Dedy Rosady, MSc. Prosesi semakin semarak dengan penampilan paduan suara dan sanggar seni STKIP Taman Siswa Bima.

Wakil Bupati Bima, dr H Irfan Zubaidy, dalam sambutannya mengatakan kualitas suatu daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Sementara kualitas SDM, kata dia, sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang diterima masyarakat.

Menurutnya, para wisudawan yang telah dinyatakan lulus secara resmi telah menyelesaikan pendidikan dan siap terjun ke tengah masyarakat.

“Bima, daerah kelahiran kalian, tempat kita hidup, menunggu kiprah-kiprah positif kalian untuk perbaikan masyarakat Bima menuju Bima yang bermartabat,” katanya.

Ia mengaku optimistis melihat para lulusan yang diharapkan menjadi bagian dari generasi penerus pembangunan daerah.

“Ketika melihat kalian semua, saya melihat masa depan yang baik untuk Bima ini. Karena saya yakin, di tangan kalian nanti estafet kepemimpinan, perbaikan Bima ini akan kami wariskan,” ujarnya.

Karena itu, ia berpesan kepada para wisudawan agar menjaga diri, mempertahankan integritas, serta mengambil bagian dalam perkembangan Bima ke depan.

“Jaga diri kalian, pertahankan integritas kalian. Ingat, kalian sudah punya amanah besar untuk menjadi bagian dari perkembangan Bima ke depan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bima juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah membimbing, membiayai, menasihati dan mendoakan anak-anak mereka hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ia berharap perjuangan orang tua menjadi pengingat bagi para lulusan untuk menjadi pribadi yang baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

Foto bersama Civitas Akademika STKIP Tamsis dengan Wabup NTB, Wabup Bima dan Pimpinan Forkopimda di sela wisuda XXII STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (26/9/2026). Foto US/ Berita11.com.
Foto bersama Civitas Akademika STKIP Tamsis dengan Wabup NTB, Wabup Bima dan Pimpinan Forkopimda di sela wisuda XXII STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (26/9/2026). Foto US/ Berita11.com.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr H Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan wisuda yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan, Forkopimda, mitra perguruan tinggi, organisasi profesi, perbankan, dunia usaha serta keluarga besar STKIP Taman Siswa Bima.

Ia menyebut kehadiran para pejabat daerah dan unsur Forkopimda dalam wisuda tersebut sebagai momentum yang istimewa bagi kampus.

Menurutnya, hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, legislatif dan berbagai unsur lainnya harus terus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua wisudawan yang telah berjuang dalam kondisi ekonomi yang beragam untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Ibnu Khaldun mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi keluarga untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak.

Ia menilai pendidikan telah menjadi bentuk perjuangan sekaligus harapan bagi banyak keluarga agar anak-anak mereka mampu meningkatkan kualitas kehidupan dan memiliki daya saing.

“Boleh ekonomi kita kurang, boleh memiliki keterbatasan, tapi pendidikan menjadi utama, menjadi penyemangat, menjadi penyembuh luka, menjadi obat perjuangan,” ujarnya.

Ketua STKIP Tamsis juga menyampaikan perkembangan alumni Taman Siswa yang telah berkiprah di berbagai daerah dan negara. Menurutnya, alumni Taman Siswa Bima telah tersebar hingga Jepang dan Malaysia.

Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir STKIP Taman Siswa juga mengirim mahasiswa dan dosen terbaik untuk mengikuti proses pembelajaran di luar daerah maupun luar negeri sebagai bagian dari transformasi kampus.

BACA JUGA:  Dari Mimpi Jadi Pemain Bola, Muh Ma’ruf Berbelok Menjadi Guru, Kini Sukses sebagai Wisudawan Terbaik

Dalam sambutannya, Ibnu Khaldun juga menyinggung capaian STKIP Taman Siswa Bima dalam pengembangan perguruan tinggi di wilayah Bali dan NTB. Ia menyebut Kampus Merah pernah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu kampus pengajar terbaik di wilayah Bali dan NTB. STKIP Taman Siswa juga menjadi salah satu perguruan tinggi dengan penerima hibah dosen terbanyak di wilayah Kopertis VIII.

Selain pendidikan akademik, Ketua STKIP Taman Siswa Bima menyoroti pentingnya penguatan nilai keagamaan bagi mahasiswa.  Ia mengungkapkan, berdasarkan temuan internal kampus selama empat tahun, lebih dari 40 persen mahasiswa yang masuk masih kurang mampu membaca Al-Qur’an atau membaca dengan terbata-bata. Kondisi tersebut mendorong kampus membuat program penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Dalam tiga bulan terakhir, program khatam Al-Qur’an mulai diterapkan dalam berbagai kegiatan besar kampus, termasuk sidang, kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru, serta kegiatan pembelajaran.

Kegiatan tersebut, menurutnya, dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa sekaligus mengintegrasikan nilai keagamaan dalam kehidupan akademik.

Ibnu Khaldun juga menyampaikan rencana perubahan bentuk kelembagaan STKIP Taman Siswa Bima, dari sekolah tinggi menjadi universitas. Ia menyampaikan pihaknya telah memperoleh rekomendasi dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) terkait rencana perubahan bentuk tersebut. Ia berharap proses transformasi itu dapat diwujudkan pada 2027.

“Kepala LLDikti sudah merekomendasikan Taman Siswa untuk berubah bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas. Mudah-mudahan di tahun 2027 kita akan berubah menjadi universitas,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi kelembagaan tersebut merupakan bagian dari perkembangan STKIP Taman Siswa Bima dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing perguruan tinggi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur NTB yang dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan perguruan tinggi di Bima dan Dompu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran orang tua dalam keberhasilan pendidikan para wisudawan.

Ia meminta para lulusan menunjukkan kepada orang tua bahwa perjuangan dan pengorbanan selama menempuh pendidikan tidak sia-sia. Menurutnya, kebahagiaan yang dirasakan para wisudawan pada hari tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang, termasuk dukungan orang tua.

Ia berpesan agar para lulusan terus menghormati, merawat dan membahagiakan orang tua selama mereka masih ada. “Rawatlah seluruh orang tua kalian dan cium mereka dengan hangat,” pesannya.

Kepala LLDikti juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan STKIP Taman Siswa Bima.

Ia berharap para lulusan segera berkiprah sebagai tenaga pendidik dan menjadi guru yang andal. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan masyarakat serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Ia juga menyinggung perkembangan teknologi, teknologi informasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik dan berbagai teknologi lainnya yang semakin mempercepat perubahan dunia pendidikan. Namun, ia mengingatkan penggunaan teknologi tetap harus dilakukan secara bijak dan tidak mengurangi integritas akademik.

“Teknologi, IT, AI, robotik, dan berbagai hal mempercepat proses pendidikan di masa yang akan datang. Tetapi kami yakin produk-produk industri itu adalah hasil karya manusia dan pastinya kalianlah yang bisa mengelolanya,” katanya.

Ia memberikan contoh penggunaan AI dalam pengeditan foto untuk menggambarkan bahwa teknologi dapat menghasilkan sesuatu yang tampak nyata, tetapi tetap harus digunakan secara bijak.

Menurutnya, teknologi harus menjadi sarana untuk mempercepat proses, bukan menggantikan integritas dan kemampuan manusia.

Keceriahan ratusan peserta wisuda XXII STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (26/9/2026). Pada momentum ini Kampus Merah meluluskan 541 wisudawan. Foto US/ Berita11.com.
Keceriahan ratusan peserta wisuda XXII STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (26/9/2026). Pada momentum ini Kampus Merah meluluskan 541 wisudawan. Foto US/ Berita11.com.

Dalam sambutannya, Kepala LLDikti Wilayah VIII juga mengungkapkan empat hal yang menurutnya menjadi dasar masyarakat memilih STKIP Taman Siswa Bima. Keempatnya adalah akreditasi, sarana dan prasarana, dosen, serta jejaring.

Ia menilai perkembangan akreditasi STKIP Taman Siswa Bima sudah menunjukkan kemajuan. Dari sisi sarana dan prasarana, ia menyebut fasilitas Kampus Merah sebagai salah satu yang baik di wilayah NTB.

Ia juga menyoroti kualitas dosen. Menurutnya, sekitar 60 persen dosen telah menempuh pendidikan S2, sementara kampus juga memiliki dosen yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Kerja Keras Menjaga Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemkot Bima Diganjar WTP ke-10  

Ia menyebut STKIP Taman Siswa Bima telah memiliki 14 doktor dan sejumlah dosen yang sedang menuju jenjang guru besar. “Akreditasi, sarpras, dosen, dan jejaring,” katanya saat menyebut empat faktor tersebut.

Jejaring, kata dia, juga menjadi bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Kemitraan dengan pemerintah, dunia industri, masyarakat dan berbagai lembaga lainnya diharapkan dapat memperkuat posisi perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan zaman.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan apresiasi kepada orang tua yang telah mendukung pendidikan anak-anak mereka.

Ia menyebut wisuda sebagai bukti perjuangan, ketekunan dan doa yang diberikan oleh para wisudawan, orang tua serta keluarga. Ia juga mengapresiasi STKIP Taman Siswa Bima yang dinilai konsisten menjadi salah satu pilar pendidikan tinggi keguruan di Bima dan sekitarnya.

Umi Dinda— sapaan akrab Wagub NTB, menyebut dukungan 44 dosen berkualifikasi doktor dan keberadaan alumni yang telah mengabdi menjadi bagian dari kontribusi STKIP Taman Siswa dalam mencetak tenaga pendidik dan pemimpin bangsa.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di NTB.

Ia mengaitkan peran tersebut dengan program pembangunan Pemerintah Provinsi NTB, yakni NTB Sehat dan Cerdas, NTB Terampil dan Tangkas, serta Desa Berdaya dan NTB Inklusif.

Umi Dinda mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat puas dengan ilmu yang diperoleh selama kuliah. Menurutnya, para lulusan harus memiliki mimpi yang lebih besar dan terus mengukur kemampuan diri agar mampu bersaing dalam berbagai bidang.

“Saya berharap kepada seluruh wisudawan yang hari ini berbahagia, agar tidak merasa puas dengan apa yang menjadi ilmu yang didapatkan pada hari ini, tetapi harus memiliki mimpi yang lebih besar,” katanya.

Ia mendorong para lulusan menunjukkan kemampuan mereka di tingkat yang lebih luas, tidak hanya di Bima, tetapi juga antarkabupaten/kota, antarprovinsi bahkan antarnegara.

“Saudara-saudara adalah the real mover yang siap berkompetisi di berbagai bidang,” ujarnya.

Umi Dinda juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berprestasi di daerah sendiri.  Menurutnya, para putra-putri Bima harus berani menunjukkan kemampuan di luar daerah dan menjadi bagian dari estafet perjuangan tokoh-tokoh asal Bima yang telah berkiprah di tingkat nasional.

Ia mengatakan keberhasilan membangun sumber daya manusia membutuhkan waktu yang panjang dan tidak dapat diukur hanya dalam waktu singkat.

“Bapak, Ibu patut berbangga hati lahir di Bima yang hari ini sejumlah tokoh nasional terwakili dari daerah kita. Kalian harus mampu menjadi estafet perjuangan untuk melanjutkan bahwa orang Bima berani menunjukkan kemampuannya,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap jajaran STKIP Taman Siswa Bima yang terus mengembangkan kampus dari tahun ke tahun. Menurutnya, perkembangan kampus tidak terlepas dari kerja keras pengelola serta dukungan dan doa orang tua.

Ia mengaku hadir bukan hanya sebagai Wakil Gubernur NTB, tetapi juga sebagai sahabat keluarga besar STKIP Taman Siswa Bima.

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur NTB mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan orang tua dan orang-orang yang telah mendoakan serta membantu perjalanan mereka. Karena keberhasilan seseorang tidak terlepas dari doa dan kebaikan orang-orang di sekitarnya.

“Jangan pernah melupakan orang tua dan orang-orang yang ikut mendoakan kita,” pesannya.

Umi Dinda juga mengingatkan para lulusan agar tidak mengubah sikap dan perilaku ketika suatu saat mencapai keberhasilan. Menurutnya, kebaikan kepada sesama dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang menuju kesuksesan di masa depan.

“Jangan pernah merubah sikap dan perilaku kita sebagai sahabat terbaik, sebagai teman terbaik bagi siapapun karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang mengantarkan sukses pada diri kita pada masa-masa yang akan datang,” katanya.

Ia kemudian menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan para lulusan. “Selamat berjuang, ini bukan akhir dari perjuangan kalian untuk meraih ilmu, ini adalah langkah awal untuk mencapai sukses-sukses selanjutnya,” ujarnya. [B-19/ Advetorial]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait