PT STM Sosialisasi Program Pemberdayaan, Wabup Dompu: Berdayakan Masyarakat Selaras Visi-Misi RPJMD

Devisi Pemberdayaan Masyarakat PT STM, Saputra Alamsyah menjelaskan sejumlah program Pemberdayaan Masyarakat yang telah dilaksanakan perusahaan selama tahun 2022. Foto Ist.

Dompu, Berita11.com— PT Sumbawa Timur Mining (STM) menggelar sosialisasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tahun 2023 di Caffe Laberkah Dompu, Rabu (12/7/2023).

Pada momentum itu, Wakil Bupati Dompu, H Syahrul Parsan mengingatkan perusahan tambang tersebut mensejahterakan masyarakat melalui skema pemberdayaan yang disinergikan dengan visi-misi pemerintah daerah sebagaimana yang tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Bacaan Lainnya

“PT STM juga harus ikut menyelesaikan permasalah di daerah ini dan melaksanakan program PPM tidak hanya di Kecamatan Hu’u saja, agar manfaat keberadaannya dirasakan oleh seluruh masyarakat Dompu secara menyeluruh ,” kata Syahrul dalam sambutannya.

Wabup Dompu juga menyinggung kegiatan rekrutmen tenaga kerja oleh PT STM. Dia mengingatkan sumber daya manusia yang mengisi bidang konstruksi dan pertambangan, harus memiliki sertifikat profesi yang bisa dipertanggugjawabkan.

“Tenaga kerja terampil dan tenaga kerja ahli harus memiliki sertifikat yang sesuai dengan bidang kompetensinya,” ujarnya.

Guna mendukung dan mewujudkan SDM berkompeten yang dibutuhkan perusahaan, Syahrul meminta seluruh organisasi perangkat daerah lingkup Kabupaten Dompu melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis kepada masyarakat dan calon tenaga kerja sebagai tanggungjawab moril, sehingga dapat dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang ada di daerah Kabupaten Dompu.

“Masyarakat kita harus diberikan pelatihan dan bimbingan agar dapat direkrut di sejumlah perusahaan, termasuk di bidang pertambangan,” ujar Syahrul.

Syahrul juga berharap PT STM merancang kegiatan kemasyarakat sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah daerah. “Bila hal ini dilaksanakan, maka visi misi Dompu Mashur (Maju, Sejahtera, Unggul dan Religius) dapat kita wujudkan,” ujarnya.

BACA JUGA: Sorot Persoalan Pertanian dan Masalah Pupuk, Massa Fokda Gedor Disperindag

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu Gatot Gunawan Putra Perantauan, memaparkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat dilaksanakan PT STM.

“Pihak perusahaan diharapkan dapat ikut mendorong pembangunan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya dan lingkungan masyarakat dan dapat diperluas tidak hanya di Kecamatan Hu’u, tetapi di seluruh Dompu termasuk di Kabupaten Bima yang menjadi daerah tetangga,” ujarnya

Selain itu kata dia, PT STM diharapkan mewujudkan program pemberdayaan masyarkat yang selaras dengan upaya mewujudkan visi misi Dompu Mashur, melalui misi peningkatan tata kelola pemerintahan yang bersih, meningkatkan kemandirian ekonomi lokal sektor unggulan pertanian, peternakan dan perikanan, meningkatkan mutu pelayanan publik dan partisipasi masyarakat, mewujudkan pembangunan infrastruktur serta mewujudkan masyarakat yang religius.

“Sedangkan fokus utama program secara Nasional, pihak perusahaan diharapkan untuk dapat mendorong pengurangan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Dompu sebanyak 8.518, di mana 155 paling ekstrim dan ikut serta menyelesaikan masalah stunting serta menumbuhkan wira usaha baru untuk membuka lapangan kerja,” kata Sekda Gatot.

Wabup dan Sekda Dompu Foto Bersama Devisi Pemberdayaan Masyarakat PT STM. Foto Ist.

Sementara itu, Devisi Pemberdayaan Masyarakat PT STM, Saputra Alamsyah menjelaskan sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan perusahaan pada tahun 2022.

Upaya pemberdayaan masyarakat oleh PT STM terutama diwujudkan melalui program partisipasi desa. Mewujudkan peran aktif masyarakat dalam mengusulkan dan mengimplementasikan program dengan fokus program mencakup bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Kami juga telah melaksanakan program kemitraan strategis dengan mengutamakan kesehatan, pendidikan, ekonomi, peningkatan kapasitas nelayan, kehutanan dan pariwisata,” ujarnya.

BACA JUGA: Wali Kota Bima Ajukan Pemanfaatan Hutan Produksi untuk Masyarakat pada Kementerian LHK

Untuk diketahui, PT STM adalah pemilik Kontrak Karya (KK) Proyek Hu’u generasi ke-7 di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. STM merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty. Ltd. (80%), anak perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki oleh Vale SA, dan PT Antam Tbk (20%).

Sebelumnya PT Sumbawa Timur Mining mengumumkan hasil pengujian kadar logam (assay) dari lubang VHD096; lubang bor vertikal sedalam 2.042,72m ke dalam potensi sumber daya mineral Onto. Hasil assay mengkonfirmasi bahwa potensi sumber daya mineral Onto masih mengalami kemenerusan lebih dari 500m di bawah kedalaman mineralisasi yang diketahui sebelumnya. Dengan hasil assay yang telah berhasil melewati rangkaian pengujian kualitas yang lengkap, STM dengan antusias melaporkan intercept 1.594,7m dengan kadar @ 1.00% Tembaga dan 0.40g/t Emas. Termasuk di dalamnya intercept yang luar biasa sepanjang 100m dengan kadar @ 5,99% Tembaga dan 1,11 g/t Emas.

Kemudian pada 19 Februari 2020 lalu, perusahaan tambang tersebut telah mengumumkan temuan potensi sumber daya mineral Tembaga-Emas Onto, sebuah temuan kelas dunia yang berpotensi menempatkan PT STM sebagai salah satu produsen tembaga terkemuka di Indonesia.

Hingga saat ini kegiatan PT STM di wilayah kontrak karya di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, masih melaksanakan tahapan eksplorasi, yang tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas, dan sumber daya terukur dari bahan galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan lingkungan hidup. [B-17/*]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait