Banjir Terjang Desa Lewintana, 115 Rumah Warga Terdampak

Warga Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima membersihkan sisa lumpur setelah rumah mereka direndam banjir, Jumat (6/2/2026) malam.
Warga Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima membersihkan sisa lumpur setelah rumah mereka direndam banjir, Jumat (6/2/2026) malam.

Bima, Berita11.com– Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat sore (6/2/2026) memicu luapan banjir di Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi. Sebanyak 115 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat kejadian tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, mengonfirmasi bahwa banjir mulai masuk ke pemukiman warga pada pukul 18.30 WITA. Hal ini disebabkan oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah pegunungan yang membuat sungai setempat meluap.

Bacaan Lainnya






“Intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 17.46 WITA menyebabkan air sungai di wilayah Desa Lewintana meluap ke pemukiman warga, jalan raya, hingga lahan pertanian. Ketinggian air rata-rata berkisar antara 10 hingga 30 centimeter,” ujar M. Nurul Huda dalam keterangan resminya, Jumat malam.

BACA JUGA:  Hendak Selamatkan Sapi, Warga Kempo Terseret Banjir

Data sementara dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bima mencatat, banjir menggenangi pemukiman di tiga wilayah, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03 di Desa Lewintana Kecamatan Soromandi. Sebanyak 115 unit rumah yang dihuni oleh 351 jiwa terdampak langsung oleh luapan air tersebut. Selain pemukiman, akses jalan provinsi Lintas Sila-Donggo juga sempat terganggu akibat genangan.

Meski demikian, Nurul Huda memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga juga dilaporkan tidak ada yang mengungsi karena air cepat menyurut.

“Kondisi terkini air sudah mulai surut. Saat ini warga bersama petugas di lapangan mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa banjir. Tim kami juga terus melakukan pendataan terkait kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian,” tambahnya.

Pihak BPBD telah menyiagakan personel untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas PUPR, untuk penanganan darurat. Kebutuhan mendesak saat ini berupa bantuan logistik dan peralatan tanggap darurat bagi warga terdampak.

BACA JUGA:  Mahasiswa Tewas Tertimpa Pohon, Banjir dan Angin Kencang Terjang Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bima

Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Bima dan sekitarnya. “Kami meminta warga tetap waspada terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, maupun angin puting beliung selama musim hujan ini,” pungkasnya.

Pantauan Berita11.com, luapan banjir di sekitar jembatan penghubung di Jl Pantura Desa Lewintana Kecamatan Soromandi sekira pukul 18.35 Wita menyulitkan sejumlah pengendara roda dua kesulitan melewati arus banjir. Arus banjir di jalur sungai nyaris mencapai tinggi jembatan.

Arus banjir dari arah kebun juga terpantau di jalan raya lintas provinsi di perbatasan Desa Bajo dan Desa Lewintana Kecamatan Soromandi. Luberan air juga tampak menggenangi halaman rumah warga di Dusun Nggeru Desa Rada yang berbatasan dengan jalan raya. Luapan banjir juga menggenangi jalan raya tepat di tepan SDN Rada Kecamatan Bolo. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 





Pos terkait