Mentan Alokasikan Rp5 Triliun untuk Irigasi dan Benih Unggul Hadapi Ancaman El Nino

Ilustrasi. Tim Teritorial Mabes TNI Kolonel Inf. Jayasusman SAP., MSI., CHRMP saat melihat langsung tanaman jagung yang dikembangkan kelompok petani di So Ndano Leu Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (7/3/2024).
Ilustrasi. Tim Teritorial Mabes TNI Kolonel Inf. Jayasusman SAP., MSI., CHRMP saat melihat langsung tanaman jagung yang dikembangkan kelompok petani di So Ndano Leu Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (7/3/2024).

Jakarta, Berita11.com— Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk program penguatan irigasi melalui pompanisasi serta bantuan benih unggul guna menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena Godzilla El Nino.

“Kami dorong anggaran kita untuk hari ini untuk irigasi Rp3 triliun lebih,” ujar Amran usai rapat bersama 170 bupati se-Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Bacaan Lainnya

Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga produktivitas pertanian nasional tetap stabil di tengah ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

BACA JUGA:  Konjen Griffin Serahkan Bantuan 400 Ribu Dosis Vaksin Rabies dari Australia kepada Indonesia

Dari total anggaran yang disiapkan, lebih dari Rp3 triliun dialokasikan khusus untuk penguatan infrastruktur irigasi, termasuk program pompanisasi dan optimalisasi sumber air bagi lahan pertanian di daerah rawan kekeringan.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare guna memperluas area tanam serta meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional secara bertahap dan berkelanjutan.

Program penguatan irigasi tersebut mencakup pengelolaan lahan hingga 1,5 juta hektare di berbagai daerah melalui sejumlah metode, seperti pompanisasi, pemanfaatan sungai, embung, dan sumber air lainnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah telah membuka pendaftaran bantuan pompa air sebanyak 80 ribu unit yang ditargetkan mampu menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan sawah terdampak kekeringan.

BACA JUGA:  KSTEB Sampaikan Rekomendasi Terkait DIM RUU EBET kepada Komisi VII DPR RI, ini Daftarnya

Amran menegaskan percepatan distribusi bantuan akan diprioritaskan bagi daerah yang aktif dan responsif dalam mengajukan kebutuhan. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait