Bima, Berita11.com—Guru SDN Sowa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, mengembangkan media pembelajaran kreatif bernama TUBORASI atau Tutup Botol Numerasi untuk meningkatkan kemampuan numerasi sekaligus menarik minat belajar siswa.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui pendampingan Program Sekolah Aman yang dilaksanakan Yayasan YISA Ambalawi Mbojo bersama YAPPIKA ActionAid. Program ini mendorong guru dan Komunitas Sekolah mengembangkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik.
Community Officer Program Sekolah Aman wilayah Soromandi, Hafni, mengatakan TUBORASI merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang dikembangkan guru di SDN Sowa, salah satu sekolah dampingan program tersebut.
“TUBORASI atau Tutup Botol Numerasi ini merupakan salah satu inovasi guru di SDN Sowa, salah satu sekolah dampingan Program Sekolah Aman di Kabupaten Bima,” ujar Hafni, kemarin.
Menurutnya, penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan menarik dapat membantu siswa mengikuti kegiatan belajar dengan lebih antusias. Inovasi tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan kemampuan numerasi peserta didik.
Hafni menambahkan, berbagai inovasi pembelajaran serta kegiatan yang digerakkan Komunitas Sekolah menjadi bagian dari pendekatan Program Sekolah Aman untuk memperkuat capaian literasi dan numerasi di sekolah dampingan, termasuk SDN Sowa.

Sementara itu, Rahmatullaili, guru kelas V yang juga Ketua Komunitas Sekolah SDN Sowa, mengatakan pengembangan inovasi pembelajaran tersebut tidak terlepas dari upaya guru dalam menerapkan metode belajar yang lebih menarik setelah mengikuti pendampingan program.
Program Sekolah Aman juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan pembelajaran. Kegiatan tersebut membantu guru mengembangkan metode mengajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik agar pembelajaran tidak monoton.
Rahmatullaili mencontohkan perubahan yang dirasakannya ketika mengajar siswa kelas V. Saat pelaksanaan ulangan tengah semester, para siswa terlihat antusias mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari sehari-hari.
Menurutnya, hampir seluruh soal dapat dijawab dengan benar oleh siswa, meskipun masih terdapat satu atau dua soal yang belum dikuasai sebagian peserta didik.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu indikasi positif bagi pihak sekolah dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran. Guru berharap inovasi seperti TUBORASI dapat terus digunakan dan dikembangkan untuk membantu siswa memahami materi, terutama dalam penguatan kemampuan numerasi.
Melalui pengembangan media belajar kreatif dan pendampingan guru, Program Sekolah Aman mendorong sekolah dampingan membangun suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan sekaligus mendukung peningkatan kemampuan dasar peserta didik. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News











