Pemerintah Kota Bima Dukung Program We Nexus Perkuat Peran Perempuan dan Anak Muda

Suasana evaluasi akhir program We Nexus yang dijalankan Wahid Foundation bekerja sama dengan UN Women dan didukung Korea International Cooperation Agency (KOICA) di wilayah Bima, Sabtu (14/2/2026).
Suasana evaluasi akhir program We Nexus yang dijalankan Wahid Foundation bekerja sama dengan UN Women dan didukung Korea International Cooperation Agency (KOICA) di wilayah Bima, Sabtu (14/2/2026).

Kota Bima, Berita11.com— Pemerintah Kota Bima mendukung pelaksanaan Program We Nexus yang dijalankan Wahid Foundation bekerja sama dengan UN Women dan didukung Korea International Cooperation Agency (KOICA) di wilayah Bima, Sabtu (14/2/2026).

Program tersebut bertujuan meningkatkan peran perempuan dan anak muda dalam penanggulangan bencana, penyelesaian konflik sosial, serta pencegahan kejahatan terhadap perempuan dan anak.

Bacaan Lainnya


Pemerintah Kota Bima menilai program tersebut relevan karena perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Selain terdampak secara fisik dan ekonomi, risiko kekerasan terhadap perempuan dan anak juga dinilai meningkat pada masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

BACA JUGA:  HUT ke-22 Kota Bima, Momentum Berkarya dan Mengabdi kepada Masyarakat

Program We Nexus dilaksanakan di Desa Ncera, Desa Roi, Desa Rato, dan Desa Samili di Kabupaten Bima, serta Kelurahan Penatoi, Paruga, dan Dara di Kota Bima.

Pemerintah Kota Bima menyebut program tersebut sejalan dengan komitmen daerah dalam memperkuat ketangguhan masyarakat dan membangun budaya damai berbasis partisipasi warga.

Melalui pelatihan kesiapsiagaan bencana, pembentukan kelompok kerja perdamaian, forum kewaspadaan dini, serta peningkatan kesadaran pencegahan kejahatan terhadap perempuan dan anak, program itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

Program tersebut juga menyasar isu strategis lain, seperti pencegahan pernikahan anak usia dini dan penguatan kesadaran pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Pemerintah Kota Bima menilai penanganan persoalan sampah perlu dilakukan tidak hanya melalui pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga melalui perubahan perilaku masyarakat dalam memilah, mengurangi, dan mengelola sampah dari sumbernya.

BACA JUGA:  Wali Kota Bima buka MTQ tingkat Kecamatan Asakota Tahun 2023

Selain itu, program tersebut memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui pelatihan dan dukungan khusus dalam menghadapi risiko bencana, serta mendorong pelestarian seni dan budaya lokal dengan meningkatkan peran perempuan dalam menjaga nilai kearifan lokal.

Pemerintah Kota Bima berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional dapat memperkuat peran perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan demi terciptanya perdamaian berkelanjutan dan meningkatnya ketangguhan sosial masyarakat. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait