Pesawat Gagal Landing di Bandara Bima, ini Penjelasan Maskapai dan UP

Apprond Pesawat di Bandara Sultan M Salahuddin Bima. Foto Poros NTB.

Bima, Berita11.com—Pesawat jenis penerbangan sipil tujuan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima (BMU/ WADB) gagal mendarat pada Sabtu (5/2/2022) sore. Situasi pesawat saat gagal landing kemudian didokumentasi dalam video oleh warga di sekitar bandara dan dibagikan berkali-kali sertai ramai dikomentari netizen.

Sejumlah spekulasi pun dilontarkan warga dalam video yang diunggah ke facebook, saat pesawat dalam proses climbing sebelum masuk ke fase jelajah setelah gagal landing. Beberapa warga menganggap pesawat gagal mendarat karena tidak bisa membuka roda ban pesawat.

Informasi yang diperoleh Berita11.com, dua pesawat dengan jadwal penerbangan sore hari  yang dijadwalkan landing di Bandara BMU, Sabtu (5/2/2022) sore, yakni Wings Air (Group Lion Air) penerbangan Bandara Ngurah Rai Denpasar (DPS) tujuan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima (WADB), nomor penerbangan IW 1826 dengan perkiraan waktu landing pukul 17.00 Wita dan penerbangan dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) tujuan Bandara Sultan M Salahuddin Bima, nomor penerbangan IW 1864, yang diperkirakan waktu landingnya pukul 17.30 Wita.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Sultan M Salahuddin Bima (BMU), I Kadek Yuli Satriawan membenarkan adanya pesawat gagal landing dalam penerbangan Sabtu sore di bandara setempat.

BACA JUGA:  PMI Sumbang Devisa Rp159,6 Triliun Setiap Tahun, BP2MI Perkuat Penempatan Sektor Formal

Kadek menegaskan, penyebab pesawat gagal landing karena kondisi cuaca, sebagiamana informasi yang diterima Unit Penyelengara Bandara dari maskapai Wings Air dan petugas air air traffic controler (lalu lintas udara). Bukan karena kondisi teknis seperti roda pesawat tidak bisa dibuka sebagaimana informasi yang berkembang dalam video yang diunggah warganet.

“Bukan karena masalah roda pesawat, tetapi karena cuaca,” tandas Kadek menjawab wartawan, Sabtu (5/2/2022).

Dia memastikan penumpang dan pilot pesawat dalam kondisi baik dan telah mendarat di bandara awal keberangkatan. Setelah upaya landing dua kali, pesawat Wings Air penerbangan dari bandara Ngurah Rai tujuan BMU telah kembali ke bandara tersebut.

Sementara itu Landside Wings Air (Lion Air Group) Bandara Sultan M Salahuddin Bima, Ulfa Dwiyanti menjelaskan, pesawat Wings Air gagal landing di Bandara BMU karena kendala cuaca buruk, bukan karena gangguan roda pesawat.

Maskapai menerima peringatan dari Stasiun Meteorologi Sultan M Salahuddin Bima/ BMKG Bima terkait potensi hujan lebat disertai kilat/ petir dan angin kencang 5 Februari 2022 yang berlaku antara pukul 18.20 Wita hingga pukul 20.20 Wita, dengan perkiraan kondisi hujan ke depan.

BACA JUGA:  Kasus Amoral Merebak, Pendidikan di Bima Gagal?

Ulfa menjelaskan, gangguan saat proses landing pesawat /descending karena faktor cuaca sudah biasa terjadi saat musim hujan.

Dia menjelaskan kondisi para penumpang pesawat yang telah kembali ke bandara awal (divert) dalam situasi baik. “Kondisi penumpang baik” aja. Dikarenakan sering terjadi cuaca bruk jadi pesawat tidak bisa mendarat,” jelas Ulfa saat dihubungi melalui sambungan media sosial Whatshapp.

Pihaknya menyayangkan informasi tidak tepat sebagaimana video tentang pesawat yang gagal landing di Bandara Sultan M Salahuddin Bima sehingga menimbulkan berbagai spekulasi tidak tepat penyebab pesawat tersebut gagal landing.

Pantauan langsung Berita11.com, sekira pukul 16.50 Wita sebuah pesawat tujuan Bandara Sultan M Salahuddin Bima tampak melintas di atas Barat Laut (NW) wilayah Kabupaten Bima, tak lama pesawat tersebut melakukan proses climbing dan dilanjutkan ke fase jelajah. Sekira pukul 17.28 Wita, sebuah pesawat kembali melintas di atas arah Barat Laut (NW) bertepatan pada saat sebagian wilayah di Kabupaten Bima seperti di Kecamatan Donggo, Kecamatan Bolo dan Kecamatan Soromandi sedang diguyur hujan. Pesawat tersebut kemudian meninggalkan lintasan tersebut. [B-12/B-11]