Tim PMM UMM Latih Masyarakat Motong Pembuatan Hand Sanitizer Alami

Tim PMM UMM Foto Bersama Warga Desa Motong, Kecamatan Utan, Sumbawa, NTB Usai Pendampingan Pembuatan Hand Sanitizer Alami.

Sumbawa, Berita11.com— Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) melatih masyarakat Desa Motong, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tentang pembuatan hand sanitizer berbahan alami.

Anggota Tim PMM UMM, Nindi Claudya mengatakan, kegiatan pendampingan oleh pihaknya terhadap masyarakat Desa Motong dilakukan pada 19-22 Juni lalu, melalui praktik secara langsung bersama masyarakat lingkungan sekitar maupun menyebarkan poster cara membuat hand sanitizer sendiri serta.

Selain itu Tim PMM UMM juga memberikan video tutorial  pembuatan hand sanitizer melalui layanan media social whatshapp group dusun dan melalui sejumlah metode lain. “Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan hand sanitizer ini dilakukan di Desa Motong, Kecamatan Utan,Kabupaten Sumbawa. WHO resmi menyatakan Covid-19 sebagai pandemi akibat semakin masifnya penyebaran Covid-19 di berbagai negara. Salah satu upaya agar terhindar dari virus tersebut adalah dengan memelihara kebersihan tangan,” katanya, Selasa (6/7/2021).

Menurut Nindi, saat ini banyak pembersih tangan berupa hand sanitizer yang ditawarkan di pasaran karena penggunaannya lebih praktis. Hand sanitizer praktis digunakan dan bisa dibawa kapan saja dan di mana saja. Umumnya hand sanitzer dibuat menggunakan bahan dasar alkohol, namun penggunaan alkohol pada kulit dirasa kurang aman. Selain itu di masa pandemi covid-19 ini, hand sanitizer menjadi langka di pasaran.

BACA JUGA:  Seruduk Mobil, Pengendara Sepeda Motor Tewas

“Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah melakukan pembuatan hand sanitizer berbahan alami dari daun sirih dan jeruk nipis. Bagaimana cara mengedukasi masyarakat dalam pembuatan hand sanitizer berbahan alami. Teknik yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat terkait pembuatan hand sanitizer berbahan alami ini adalah yaitu partisipasi masyarakat, diskusi dan sosialisasi,” katanya.

Dikatakan dia, berdasarkan hasil survei dan wawancara yang dilakukan pada akhir kegiatan pengabdian oleh Tim PMM UMM, 87% masyarakat telah paham cara pembuatan hand sanitizer berbahan alami, 95% masyarakat telah paham terkait Covid- 19 dan gejala infeksinya, 91% masyarakat telah paham upaya pencegahan penularan Covid-19, sedangkan 88% masyarakat telah memahami kebijakan new normal (kebiasaan normal baru), serta 97% masyarakat mengalami penurunan pemasukan.

BACA JUGA:  Tabrakan Dua Sepeda Motor di Praya, Pengendara Tewas

“Salah satu upaya untuk mengurangi pemakaian bahan kimia berupa alkohol dan triklosan yang terkandung dalam produk antiseptic hand sanitizer, maka dilakukan inovasi produk antiseptik handsanitizer dengan menggunakan ekstrak tanaman yang ada di alam yang mengandung sifat antibakteri,” ujar mahasiswi Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Dijelaskannya, pembuatan hand sanitizer alami mudah, hanya dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan, seperti daun siri, jeruk nipis dan sari lidah buaya yang kemudian diolah atau dicampurkan dalam satu wadah  sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan. “Kemudian tutup dan tunggu selama tiga hari. Setelah itu hand sanitizer pun siap untuk digunakan,” ujar dia.

Dia berharap kegiatan pengabdian masyarakat tersebut membantu masyarakat dalam mencegah trend kasus Covid-19 di Indonesia yang cenderung meningkat dan mengedukasi masyarakat khususnya di Desa Motong, Kecamatan Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dalam upaya mencegah penularan Covid-19, selain menaati protocol pencegahan Covid-19 lainnya. [B-19]