Bima, Berita11.com— Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang saat melakukan pengawasan pengangkutan gabah, sekira pukul 12.30 Wita, Senin (20/4/2026).
Babinsa tersebut diketahui bernama Sertu Sulaiman, warga asli Desa Sakuru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan gabah oleh sejumlah warga asal Sumba.
Saat itu, masih terdapat beberapa karung gabah yang belum diangkut. Korban kemudian menegur dan meminta para pekerja untuk segera menyelesaikan pengangkutan. Namun, teguran tersebut diduga tidak diterima sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.
Melihat kejadian tersebut, warga sekitar yang berada di lokasi langsung bereaksi dan mengejar para terduga pelaku hingga ke area permukiman warga.
Meski menjadi korban pemukulan, Sertu Sulaiman disebut tetap berupaya menenangkan situasi dan membantu mengamankan para terduga pelaku dari amukan massa.
Kepala Desa Sakuru, Muhammad Suharto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, insiden terjadi setelah para pelaku tidak terima ditegur oleh Babinsa.
“Warga yang melihat Babinsa dikeroyok langsung mengejar para pelaku. Kami kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Bhabinkamtibmas untuk segera melakukan evakuasi,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, personel Koramil Monta bersama Polsek Monta turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.
Empat orang yang diduga terlibat diketahui berinisial ARK (19), ARB (22), M (24), dan MM (24). Keempatnya disebut berdomisili di Desa Kananga dan berasal dari Sumba Barat Daya.
Pasca kejadian, situasi di Desa Sakuru dilaporkan aman dan kondusif. Aparat keamanan masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News











