Hebat, Anak Wartawan Berita11.com Raih Cumlaude saat Wisuda Angkatan Perdana UM Bima

Bisma Wahyu Saidi Foto Bersama Kedua Orang Tua dan Adiknya Usai Prosesi Wisuda UM Bima, Sabtu (10/12/2022). Foto Ist.

Bima, Berita11.com— Sebanyak 195 orang mahasiswa Strata Satu (S-1) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Bima, Nusa Tenggara Barat dikukuhkan sebagai sarjana hukum dalam rapat senat terbuka setelah merampungkan seluruh kredit semester. Prosesi wisuda berlangsung di Paruga Nae Convention Hall Kota Bima, Sabtu (10/12/2022).

Dari 195 orang yang dikukuhkan dalam prosesi wisuda perdana UM Bima itu, 15 orang di antaranya dikukuhkan dengan predikat dengan pujian (cumlaude) karena meraih indeks prestasi komulatif (IPK) tinggi. Salah satu di antaranya Bisma Wahyu Syaidi SH yang meraih IPK 3,73 atau dengan predikat cumlaude. Dia merupakan anak pertama pasangan Marsin Rochim wartawan Berita11.com dengan Nurhaidah.

Bacaan Lainnya

Marsin mengungkapkan, prestasi yang diraih putra pertamanya itu bukan saja saat bangku kuliah saat ini, namun sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bima. Bisma yang hobi sepak bola sejak kecil pernah mewakili Kota Bima dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada tahun 2017, Bisma mewakili Provinsi NTB dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang berlangsung di Jogjakarta.  Selama duduk di bangun sekolah Bisma mengoleksi empat medali.

“Saya bersyukur anak bisa menjadi wisudawan predikat dengan pujian (cumlaude). Dari 195 orang yang dikukuhkan sebagai wisudawan, 15 orang di antaranya dikukuhkan sebagai cumlaude, termasuk anak saya,” ujar Marsin di Kota Bima, Senin (12/12/2022).

Bisma saat Dikukuhkan sebagai Sarjana dengan pujian (Cumlaude) oleh Rektor UM Bima, Dr Ridwan Said, Sabtu (10/12/2022).

Diharapkan menjadi Anggota TNI

Mengingat keluarga besarnya, termasuk almarhum Bapaknya dan saudara-saudarannya serta iparnya di Bekasi, Jawa Barat berprofesi sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI),  Marsin berharap agar putra pertamanya itu mengikuti jejak kakek dan saudara-saudaranya mengabdi untuk Negara dengan menjadi anggota TNI. Namun harapan itu dia kubur sementara karena kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas.

BACA JUGA:  Pemilu telah Selesai, Pimpinan Ormas dan Akademisi Ajak Masyarakat Kembali Bersatu

“Bisma juga ingin meneruskan ke jenjang S2, tapi sekali lagi terbentur ekonomi orang tua, sehingga Bisma ingin berkerja dulu sambil menggumpulkan uang,” ujar Marsin.

Marsin juga mengungkapkan, putranya Bisma pernah mengutarakan keinginannya kepada dirinya agar dibantu proses izin membuat Taman Pengajian Quran (TPQ) untuk mengajar anak-anak usia sekolah belajar mengaji.

“Saya sih  ingin dia mengikuti seleksi anggota TNI atau ikatan dinas lainnya dan juga merestui keinginannya untuk melanjutkan studi strata dua, tapi kondisi ekonomi keluarga belum memungkinkan,” ujar pria asli Bekasi, Jawa Barat itu.

Sementara itu, Bisma Wahyu Syaidi  mengaku bersyukur dapat menyelesaikan jenjang pendidikan strata satu. Paling tidak baginya dapat mengurangi beban kedua orang tua dan membahagian orang tua karena berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.

“Keinginan mau lanjut pendidikan S2 jika ada beasiswa, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang juga serba terbatas. Tapi untuk sementara sambil nunggu dapat pekerjaan, mau sambil buka TPQ mengajarkan anak-anak kecil mengaji,” ujarnya.

Bisma Foto Bersama Danrem 162/WB.

Bisma sadar bahwa kedua orang tuanya masih memiliki tanggungan membiayai sekolah adiknya yang masih duduk di bangku SMK Kesehatan. Jika ada kesempatan mendapatkan pekerjaan atau beasiswa, dia ingin meringankan beban orang tuanya. Setiap hari ibunya menenun untuk membantu ekonomi keluarga.

Selain aktif di kegiatan di masjid di sekitar rumahnya, rutinitas Bisma setiap hari mengasah kemampuannya menggiring si kulit bundar, karena sejak kecil dia sudah sangat menyukai olahraga sepak bola. “Bagi saya olahraga sepak bola itu menyenangkan dan melatih kekompakan bersama tim,” ujar pemuda kelahiran Bekasi, yang juga mantan pengurus Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM)  UM Bima itu.

BACA JUGA:  Doktor Ihlas: Penghapusan Jurusan di Sekolah Menengah Atas sudah Tepat, sesuai Visi Kurikulum MB

Meskipun belum memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua, Bisma bersyukur dapat meraih predikat dengan pujian saat wisuda S-1 UM Bima.  Skripsinya berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Tindak Pidana Berdasarkan Asas Equality Before the Law, juga mendapatkan apresiasi positif dari dosen pembimbing dan dosen pengujinya.

Sejumlah Medali yang Dikoleksi Bisma.

Untuk diketahui,  UM Bima menggelar prosesi wisuda angkatan pertama di Paruga Nae Convention Hall Kota Bima, Sabtu (10/12/2022). Sebanyak 195 peserta dikukuhkan sebagai sarjana hukum dalam prosesi rapat senat terbuka yang dipimpin Rektor UM Bima, Dr Ridwan MH.

Selain peserta wisuda dan keluarga serta pimpinan senat dan civitas akademika UM Bima, wisuda juga dihadiri pejabat dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII atau yang dulu dikenal Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII dan Majelis Perguruan Tinggi, Penelitian dan Pengabdian Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H Khudjaifah Dimyati.

Rektor UM Bima, Dr Ridwan mengatakan, Universitas Muhammadiyah Bima merupakan perguruan tinggi transformasi dari Sekolah Tinggi Imu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima yang berdiri sejak tahun 1987.

“Mahasiswa yang diwisuda hari ini merupakan angkatan pertama Universitas Muhammadiyah Bima,” ujar Ridwan.

Universitas Muhammadiyah Bima saat ini memiliki lima program studi strata satu, yaitu Ilmu Gizi, Ilmu Hukum, Ilmu Komputer, Kewirausahaan dan Teknik Sipil.  “Pada penerimaan mahasiswa baru kemarin, tercatat ada 800 mahasiswa yang kami terima,” ujar Ridwan yang juga mantan aktivis IMM saat era mantan Wali Kota Bima, almarhum Drs Nur Latif. [B-19]

Pos terkait