Sebanyak 351 Bencana Terjadi di Kabupaten Bima Selama Tujuh Bulan

Ilustrasi Dampak Kemarau.

Bima, Berita11.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mencatat sebanyak 351 kejadian bencana alam maupun nonalam terjadi di wilayah Kabupaten Bima sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Juli 2026.

Berdasarkan database kebencanaan BPBD, bencana nonalam masih mendominasi dengan 148 kejadian, disusul banjir sebanyak 87 kejadian, puting beliung 44 kejadian, kebakaran 44 kejadian, kekeringan 10 kejadian, tanah longsor 9 kejadian, karhutla 5 kejadian, gempa bumi 2 kejadian, serta masing-masing 1 kejadian cuaca ekstrem dan bencana geologi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Gunakan Nota Kosong, Pembelian Obat di Apotek oleh Empat Puskesmas di Kabupaten Bima jadi Temuan BPK

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis menjelaskan, akibat berbagai bencana tersebut, tercatat 19.361 jiwa terdampak, 3 orang mengalami luka-luka, dan 3 orang meninggal dunia.

Dari sisi kerusakan, bencana menyebabkan 74 rumah rusak berat, 13 rumah rusak sedang, dan 20 rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat 15 infrastruktur rusak berat, 8 rusak sedang, dan 7 rusak ringan. Sektor pertanian dan perikanan juga mengalami kerugian dengan luas lahan terdampak mencapai 142 hektare.

Sebaran kejadian bencana terjadi di seluruh kecamatan di Kabupaten Bima dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kecamatan Sape menjadi wilayah dengan jumlah bencana nonalam terbanyak, yakni 20 kejadian, disusul Lambu dan Woha masing-masing 18 kejadian, serta Donggo sebanyak 14 kejadian. Sementara untuk bencana banjir, jumlah kejadian tertinggi tercatat di Bolo dan Lambu dengan masing-masing 13 kejadian, disusul Palibelo sebanyak 10 kejadian.

BACA JUGA:  Grebek Rumah di Woha, Kodim 1608/ Bima Amankan Tiga Warga dan 32 Poket Sabu-Sabu

BPBD Kabupaten Bima mengingatkan bahwa saat ini wilayah Kabupaten Bima telah memasuki musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino. Masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi potensi bencana kekeringan melalui penghematan penggunaan air.

Para petani juga disarankan menyesuaikan pola tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering guna meminimalkan risiko gagal panen. [B-19]

Pos terkait