Elnusa Petrofin Perkuat Kesiapan Distribusi BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Apel karyawan Pertamina Patra Niaga dalam mendukung persiapan gelaran ajang internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok.
Apel karyawan Pertamina Patra Niaga dalam mendukung persiapan gelaran ajang internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok.

Praya, Berita11.com— Menjelang gelaran ajang internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, aktivitas masyarakat dan mobilitas pengunjung diprediksi mengalami lonjakan signifikan.

Guna mengantisipasi hal tersebut serta menjaga ketersediaan energi tetap aman, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), memperkuat kesiapan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara menyeluruh di seluruh Pulau Lombok.

Bacaan Lainnya

Direktur Operasi & Pemasaran PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menyatakan bahwa langkah antisipasi ini tidak hanya berfokus pada penambahan armada dan personel, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan di setiap lini proses distribusi.

“Kami ingin memastikan kebutuhan BBM masyarakat dan aktivitas di sekitar Mandalika tetap terlayani dengan baik, dengan proses operasional yang aman dan terjaga,” ujarnya.

 

Pengerahan Armada dan Pengamanan Jalur Distribusi

Kesiapan distribusi ini telah dimulai sejak 4 Oktober 2026 melalui penyaluran awal ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai langkah pengamanan stok. Dalam mendukung perhelatan akbar ini, EPN menyiagakan total 28 unit Mobil Tangki (MT) dengan kapasitas keseluruhan mencapai 440 kiloliter (KL), serta diperkuat oleh 2 unit MT spot charter berkapasitas 32 KL. Penyaluran tersebut didukung oleh 136 Awak Mobil Tangki (AMT) yang siaga penuh.

BACA JUGA:  Diskusi dengan Pimpinan OKP dan CSO, Senator Mirah Midadan Serap Aspirasi Konstituen

Proses distribusi ini mencakup pasokan BBM dari Integrated Terminal (IT) Ampenan yang disalurkan menuju 72 SPBU dan 45 Pertashop di Pulau Lombok. Guna memperkuat pengamanan pasokan di kawasan utama acara, EPN menetapkan SPBU 54.835.08 dan SPBU 54.835.14 sebagai SPBU kantong yang menjadi titik fokus perhatian selama event berlangsung.

Selain kawasan sirkuit di Mandalika, EPN juga memperketat pengawasan dan pengaturan prioritas pengiriman di sejumlah jalur masuk utama Pulau Lombok. Fokus pengamanan jalur ini meliputi tiga koridor pelabuhan penting, yakni Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, Pelabuhan Lembar dan Gili Mas di Lombok Barat, serta Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara. Pengaturan ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas wisatawan dan masyarakat yang terus berdatangan ke Pulau Lombok.

Memasuki fase puncak kegiatan, EPN melakukan penyesuaian pola distribusi yang adaptif. Penyaluran pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026, direncanakan mulai beroperasi lebih awal pada pukul 01.00 waktu setempat. Sementara itu, pada hari pelaksanaan balapan utama, Mobil Tangki akan disiagakan secara khusus di dua SPBU yang berlokasi paling dekat dengan kawasan sirkuit.

Berbeda dengan operasional reguler sehari-hari, EPN menerapkan sejumlah prosedur penguatan khusus menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dari sisi teknis kendaraan, jadwal perawatan berkala (service) Mobil Tangki dipercepat dari jadwal rutin guna memastikan seluruh armada berada dalam performa optimal. Setiap kendaraan juga diwajibkan menjalani pemeriksaan Pre-Trip Inspection (PTI) dan Daily Inspection (DI) oleh AMT dan mekanik di bawah pengawasan ketat tim HSSE (Health Safety Security and Environment).

BACA JUGA:  Sambut MotoGP, Pemprov NTB Genjot Capaian Vaksin Booster

Aspek kesiapan sumber daya manusia, khususnya Awak Mobil Tangki (AMT), turut menjadi prioritas utama EPN. Selain mendapatkan briefing rutin, para AMT dibekali pembekalan terkait kondisi lapangan, termasuk skema mitigasi dan rute alternatif guna menghadapi potensi kepadatan arus lalu lintas. Sebelum menjalankan tugas pengiriman, setiap personel diwajibkan melalui tahap Fit to Work (FTW) guna memastikan kondisi fisik yang prima.

Untuk menjaga stamina dan konsentrasi personel di tengah peningkatan intensitas operasional, EPN melakukan perataan beban kerja (Load of Operation / LO) yang merujuk pada kebutuhan Degree of Temperature (DOT) harian. Dukungan moril dan fisik bagi para pekerja juga diperkuat melalui penyediaan tambahan asupan nutrisi (extra fooding) serta vitamin penunjang.

Seluruh rangkaian pengamanan operasional ini dikawal langsung oleh tim kesehatan dan personel HSSE yang bersiaga penuh. Selain itu, pemantauan pergerakan armada dilakukan secara real-time melalui sistem Road Traffic Control (RTC) di lokasi operasional maupun di pusat kendali, sehingga koordinasi di lapangan dapat berjalan cepat dan responsif.

“Kami melihat kesiapan personel sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan distribusi. Karena itu, treatment yang diberikan tidak hanya kepada armada, tetapi juga kepada AMT. Harapannya, seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan aman dan optimal selama event berlangsung,” pungkas Ferdiansyah. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait