Pasca Banjir, Pemdes Nggembe dan Muspika Gotong Royong Bersihkan Saluran Air

Gotong royong Pemdes Nggembe bersama Muspika Bolo dan masyarakat membersihkan saluran air pascabanjir di Dusun Jala dan Dusun Wa’I Tawoa Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin (27/2/2023).
Gotong royong Pemdes Nggembe bersama Muspika Bolo dan masyarakat membersihkan saluran air pascabanjir di Dusun Jala dan Dusun Wa’I Tawoa Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin (27/2/2023).

Bima, Berita11.com— Pasca musibah luapan banjir di Dusun Jala dan Dusun Wa’i Tawoa Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, pemerintah desa setempat bersama masyarakat dan anggota musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) bergotong royong membersihkan saluran air dan sejumlah titik lingkungan lokasi terdampak banjir, Senin (27/2/2023).

Kepala Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Yusuf Aziz menjelaskan, kegiatan gotong royong di antaranya meliputi memberishkan got atau saluran air dan beberapa sudut pemukiman warga yang tergenang material sisa banjir.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami berotong bersama masyarakat, Danramil, Polsek Bolo, Camat Bolo dan UPT yang ada di Kecamatan Bolo serta bersama Pemerintah Desa Nggembe, lembaga desa dan masyarakat Dusun Jala,” ujar Yusuf Aziz melalui layanan media sosial whatshapp, Senin (27/2/2023).

BACA JUGA: Terpeleset saat Laksanakan Tugas, Juru Bendung di Bima Tewas

Dijelaskannya, kegiatan gotong royong bertujuan untuk mencegah berkembangnya penyakit pasca banjir seperti demam berdarah dengue (DBD) dan penyakit malaria, di mana diketahui sebelumnya beberapa kasus DBD ditemukan di desa setempat.

Yusuf Aziz menyampaikan apresiasi kepada Muspika Bolo dan jajaran Pemdes Nggembe dan masyarakat yang ikut berpartisipasi peduli terhadap korban banjir. Melalui kegiatan ini, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah berbagai penyakit.

Diakuinya, hingga kini belum ada bantuan tanggap darurat dari Pemerintah Kabupaten Bima untuk korban terdampak banjir yang diterima masyarakat setempat.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak 657 jiwa atau 204 kepala keluarga (KK) di Dusun Jala dan Dusun Wa’i Tawoa Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat terdampak luapan banjir setinggi setengah meter setelah hujan deras melanda Kabupaten Bima, Sabtu (25/2/2023).

BACA JUGA: Seluruh Sekolah dan Ponpes di Kecamatan Bolo Meriahkan 1 Muharram

Hingga Minggu (25/2/2023) sejumlah pemukiman warga masih ditengangi luapan banjir, sedangkan sebagian warga msih berupaya membersihkan perabotan rumah tangga dan rumah dari sisa luapan banjir. Ratusan warga terdampak banjir membutuhkan bantuan tanggap darurat makanan siap saji karena belum dapat menggunakan peralatan memasak, karena direndam banjir.

Luapan banjir juga merendam belasan hektar tambak ikan milik warga. Pihak Pemerintah Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupten Bima menaksir nilai kerugian akbiat luapan banjir di desa setempat mencapai puluhan juta rupiah. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait