Terima Makanan Basi, Wali Murid di Kabupaten Bima Keluhkan Kualitas MBG

Paket MBG basi yang dibagikan SPPG di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima pada Senin, 23 Februari 2026 lalu.
Paket MBG basi yang dibagikan SPPG di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima pada Senin, 23 Februari 2026 lalu.

Bima, Berita11.com— Sejumlah wali murid mengeluhkan makanan basi yang didroping dapur umum (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/ SPPG) Kananga 1 Kecamatan Bolo Kabupaten Bima pada Senin, 23 Februari 2026.

Salah seorang wali murid, Sari, mengaku pada Senin lalu anaknya menerima paket MBG dalam bentuk makanan kering untuk tiga hari. Makanan tersebut terdiri dari tiga butir telur rebus, dua jeruk kecil, satu roti bulat kecil, satu apel kecil, empat biji kurma dan dua klip kecil abon.

Bacaan Lainnya



“Dari sejumlah menu paket makanan kering tersebut, satu bungkus abon bau dan tidak layak dikonsumsi. Hanya telur rebus, dua jeruk kecil dan satu apel kecil yang bisa dikonsumsi. Selebihnya sudah dibuan. Roti yang dibagikan juga sangat keras sehingga tidak dimakan oleh anak kami,” ujarnya di Kabupaten Bima, Selasa (25/2026).

BACA JUGA:  Penghuni Asrama Kaget, Mahasiswa ini Ditemukan Terbujur Kaku

Ia berharap agar Presiden RI mengevaluasi pelaksanaan MBG di lapangan. Menu makanan selama ini sudah sering dikeluhkan oleh murid dan wali murid. Tapi belum ada respon sampai saat ini.

Paket kering MBG untuk tiga hari yang dibagikan secara rapelan oleh SPPG di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima untuk siswa pada Senin, 23 Februari 2026 lalu.
Paket kering MBG untuk tiga hari yang dibagikan secara rapelan oleh SPPG di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima untuk siswa pada Senin, 23 Februari 2026 lalu.

Menurutnya lebih baik MBG disalurkan dalam bentuk uang tunai, sehingga tujuan Presiden ingin meningkatkan gizi siswa tercapai. Selama ini umumnya SPPG lebih sering mendistribusikan makanan kering, termasuk sebelum bulan puasa Ramadan. “Kalau lihat dari menu makanan jadi begitu, sedikit gizi yang diharapkan. Misalnya makanan kemasan itu kan kurang baik dan murid atau wali murid bisa membelinya sendiri di warung,” ujarnya.

Sari mengungkapkan, selama ini menu MBG yang didroping SPPG di wilayah Kabupaten Bima, khususunya menu kering sering menuai sorotan dari masyarakat. “Maka dari itu lebih baik presiden mempertimbangkan untuk mengalihkan MBG ke dalam bentuk bantuan uang tunai. Biar saja kami orang tua yang memilih makanan  yang tepat untuk anak-anak. Dari pada yang dibagikan itu tidak setara dengan nilai alokasi anggaran per porsi MBG,” ujarnya.

BACA JUGA:  Warga Minta Presiden Evaluasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bima

Dikatakannya, menu abon basi yang didroping SPPG juga menjadi sorotan sejumlah wali murid lain dan diungkapkan melalui WAG sekolah. Pada sisi lain, MBG dibagikan dibungkus dalam kresek tipis. “Banyak wali murid yang keluhkan, ternyata bukan satu orang yang merasakan bau tidak sedap dari abon yang dibagikan,” ujarnya.

Pada bagian lain, wali murid SDIT Al Azzam Kecamatan Bolo, Syarifuddin juga mengeluhkan abon basi yang didistribusikan SPPG pada Senin sore, sekitar dua jam sebelum waktu berbuka puasa. “Benar abonnya basi, ndak bisa dimakan,” ujar Syarifuddin.

Ia mengungkapkan, masalah tersebut juga dikeluhkan sejumlah wali murid lain.

Secara terpisah, Kepala SPPG Kananga 1 (Yayasan Alif Bima Sakit), Muslim Barokah,  menyampaikan permohonan maaf atas menu abon basi dalam paket MBG yang diterima siswa saat bulan puasa.

Ia menyebut, pihaknya mengalami kendala teknis terkait  distribusi MBG pada bulan Ramadan. Ia mengisyaratkan kesalahan distribusi menu MBG basi akan dibenahi pada kegiatan distribusi Kamis, 26 Februari 2026. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News



Pos terkait