Sepekan Pertamax Kosong di Sejumlah SPBU Bima, Pertamina Beri Penjelasan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bima, Berita11.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dilaporkan kosong di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bima selama sekitar satu pekan terakhir. Kondisi ini dikeluhkan oleh pengelola SPBU karena tidak dapat melayani konsumen yang membutuhkan BBM jenis tersebut.

Kekosongan Pertamax ini dibenarkan oleh Rusdin, pengawas SPBU Sila di Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Bacaan Lainnya

Menurut Rusdin, berdasarkan komunikasi dengan pihak Pertamina, keterlambatan pasokan terjadi karena adanya kendala distribusi.

“Pertamax kosong sudah sekitar satu minggu. Informasi dari Pertamina, mereka harus memasok dari Badas Sumbawa, sementara mobil tangki yang tersedia di TBBM Pertamina Bima terbatas, sedangkan jumlah SPBU yang harus dilayani cukup banyak,” jelasnya.

BACA JUGA:  KKJ NTB Surati BKN Mataram, Klarifikasi Larangan Wartawan Meliput

 

Pertamina: Stok Secara Umum Masih Normal

Menanggapi keluhan masyarakat terkait kesulitan mendapatkan Pertamax di sejumlah SPBU di wilayah Bima pada Rabu (11/3), PT Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa secara umum kondisi stok BBM di wilayah Bima masih dalam kondisi normal.

“Apabila terdapat keterbatasan stok di beberapa SPBU, hal tersebut umumnya disebabkan oleh proses pengiriman yang sedang berlangsung. Saat ini Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan percepatan distribusi, khususnya untuk jenis BBM yang dilaporkan mengalami keterbatasan stok,” jelas Ahad.

 

Suplai Sementara dari Fuel Terminal Badas

Ahad menjelaskan bahwa saat ini Fuel Terminal Bima sedang melakukan kegiatan pemeliharaan (maintenance) pada fasilitas penyimpanan BBM jenis Pertamax.

BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga dan Komisi XII DPR RI Pastikan Kesiapan Satgas Ramadan–Idul Fitri 2026

Selama proses pemeliharaan tersebut berlangsung, pasokan Pertamax untuk wilayah Bima sementara disuplai dari Fuel Terminal Badas, Sumbawa. Kondisi ini membuat waktu distribusi menjadi sedikit lebih lama dibandingkan biasanya.

“Langkah ini merupakan bagian dari standar operasional perusahaan untuk menjaga keandalan fasilitas serta memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta membeli BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Apabila masyarakat menemukan indikasi pelanggaran atau mengalami ketidaknyamanan di lembaga penyalur BBM, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. [B-19]

 

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait