Inflasi Year-on-Year NTB September 2026 Tembus 4,18 Persen, Tertinggi di Kota Bima

Aktivitas pedagang bahan pangan pokok di Pasar Raya Bima Kelurahan Tanjung Kota Bima, Rabu (13/5/2026) sore. Foto US/ Berita11.com.
Aktivitas pedagang bahan pangan pokok di Pasar Raya Bima Kelurahan Tanjung Kota Bima, Rabu (13/5/2026) sore. Foto US/ Berita11.com.

Mataram, Berita11.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode September 2026. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, tingkat inflasi year on year (y-on-y) gabungan wilayah di NTB pada bulan September 2026 tercatat sebesar 4,18 persen dengan IHK mencapai 113,26.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menjelaskan bahwa kenaikan inflasi y-on-y ini didorong oleh adanya peningkatan harga yang merata pada seluruh kelompok pengeluaran dari total sebelas kelompok yang dipantau.

Bacaan Lainnya

“Pada September 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 4,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,26. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebelas indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok,” ujar Wahyudin dikutip dari BRS, Rabu (7/10/2026).

Kenaikan harga yang mencakup seluruh sektor pengeluaran di NTB pada September 2026 dirinci sebagai berikut:

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau:

BACA JUGA:  Ini Daftar Harga Bapok dan Barang Strategis yang Naik di Pasar Tradisional di Kabupaten Bima

Mengalami inflasi y-on-y sebesar 5,18 persen dengan memberikan andil dominan terhadap inflasi total sebesar 1,89 persen. Komoditas utama yang memicu inflasi di kelompok ini antara lain ikan layang/ikan benggol, cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, tomat, hingga udang basah.

 

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya:

Menjadi kelompok dengan lonjakan inflasi y-on-y tertinggi di antara seluruh kelompok pengeluaran, yakni mencapai 11,06 persen dengan andil sebesar 0,72 persen. Lonjakan ini terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas emas perhiasan.

 

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga:

Tercatat mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,46 persen dan memberikan andil 0,49 persen, yang disumbang oleh kenaikan tarif air minum PAM serta bahan bakar rumah tangga.

 

Kelompok Transportasi:

Mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,70 persen dengan andil sebesar 0,43 persen, didominasi oleh kenaikan harga bensin, pelumas/oli mesin, serta tarif angkutan udara.

 

Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran:

Mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,47 persen dengan andil 0,22 persen.

 

Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan:

Mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,30 persen dengan andil 0,17 persen, yang dipengaruhi oleh kenaikan harga telepon seluler.

 

Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga:

BACA JUGA:  Dua Kali Cabuli Anak di bawah Umur, Pria di Dompu Diringkus Polisi

Mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,32 persen dengan andil 0,10 persen.

 

Kelompok Pendidikan:

Tercatat inflasi y-on-y sebesar 1,43 persen dengan memberikan andil 0,06 persen.

 

Kelompok Kesehatan:

Mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,57 persen dengan andil 0,04 persen.

 

Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya:

Mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,87 persen dengan andil 0,04 persen.

 

Kelompok Pakaian dan Alas Kaki:

Mencatat inflasi y-on-y terendah sebesar 0,31 persen dengan andil 0,02 persen.

 

Perkembangan Inflasi Bulanan dan Tahun Berjalan

Selain inflasi tahunan (y-on-y), BPS Provinsi NTB juga mencatat tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada September 2026 berada di angka 0,36 persen. Sementara itu, tingkat inflasi year to date (y-to-d) atau tahun berjalan hingga September 2026 tercatat sebesar 2,72 persen.

Berdasarkan pemantauan pada tiga wilayah cakupan IHK di Provinsi NTB, seluruh wilayah kabupaten/kota mengalami inflasi y-on-y pada September 2026: Kota Bima mencatatkan inflasi y-on-y tertinggi di NTB, yakni sebesar 4,76 persen dengan IHK 113,51. Sementara  Kabupaten Sumbawa mencatatkan inflasi y-on-y sebesar 4,57 persen dengan IHK 113,23.

Kota Mataram mencatatkan inflasi y-on-y terendah di wilayah NTB, yakni sebesar 3,73 persen dengan IHK 113,23. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait