Duel Usai Pulang dari Gunung, Petani di Bima Tewas

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bima, Berita11.com— Bulan suci Ramadan sejatinya melatih manusia untuk bersabar. Namun tidak demikian dengan dua petani di Desa Parado Wane Kecamatan Parado Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Keduanya terlibat perselisihan usai pulang dari gunung hingga berduel, Senin (1/4/2024) pagi. Akibatnya salah satunya tewas karena mengalami luka serius.

Korban tewas, petani 46 tahun berinisial Mus. Ia terlibat duel dengan pria 62 tahun berinisial AB yang juga petani satu kampungnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA: Boyong Trophy Festival LASQI, Kontingen Kabupaten Bima jadi Duta NTB

Informasi yang diperoleh, sekira pukul 07.30 Wita, Mus pulang dari kebun dan berpapasan dengan Abdul di So Wuwu Desa Parado Wane. Ketika itu AB menegur Mus dan menanyakan kepada korban mengapa menebang pohon di kebun yang ia tanam. Korban yang tak terima ditegur naik pitam dan langsung mencabut parang. Kemudian hendak membacok AB.

Naas, ayunan parang oleh Mus hanya mengenai topi Abdul. Tak lama AB langsung merebut parang dari tangan Mus dan membacok korban. Akibatnya korban mengalami luka serius.

Setelah itu, warga yang melihat kondisi korban langsung membawa ke Puskesmas. Sekira pukul 08.35 Wita, korban dirujuk ke RSUD Bima. Namun informasi yang diperoleh Berita11.com, nyawa korban tak dapat diselamatkan.

BACA JUGA: Bidang Sandi Diskominfostik Kabupaten Bima Siapkan SIBISA dan SANTABE

Usai membacok korban, AB langsung menyerahkan diri di Polsek Parado.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Parado, Inspektur Dua Yakub. “Benar telah terjadi kasus pembacokan di Parado Wane dan lokasi kejadian pembacokan itu di kebun,” kata Yakub menjawab wartawan.

Yakub memastikan situasi di wilayah setempat masih terpantau kondusif pasca peristiwa berdarah tersebut. [B-11]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait