Peluang Hujan Awal Oktober  di NTB Kecil, Bima Dompu Level Awas

Ilustrasi Kekeringan.
Ilustrasi Kekeringan.

Mataram, Berita11.com — Kekeringan meteorologis semakin meluas di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang bahkan mencapai 135 hari di Pos Hujan Belo dan Bolo, Kabupaten Bima.

Kondisi tersebut tercantum dalam Informasi Iklim Dasarian III September 2026 yang disampaikan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat. Informasi tersebut disampaikan oleh Forecaster on Duty, Made Budi Setyawan.

Bacaan Lainnya

Dalam laporan tersebut, Made menjelaskan, curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III September 2026 secara umum berada pada kategori rendah, yakni 0–10 milimeter per dasarian.

Sementara sifat hujan berada pada kategori Bawah Normal hingga Atas Normal. Monitoring HTH di NTB menunjukkan kondisi mulai dari kategori menengah, yakni 11–20 hari, hingga kekeringan ekstrem dengan HTH lebih dari 60 hari.

HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Belo dan Bolo, Kabupaten Bima, yang mencapai 135 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem.

Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut pada awal Oktober. Pada Dasarian I Oktober 2026 atau periode 1–10 Oktober, peluang curah hujan di sebagian besar wilayah NTB diperkirakan sangat rendah, yakni kurang dari 10 persen.

BACA JUGA:  Koordinator KOMIK Dompu Nyaris Adu Jotos dengan Guru saat Protes Dinas Dikpora

Dari sisi dinamika atmosfer, IOD pada dasarian terakhir berada pada kategori positif dengan indeks +0,935. Fase IOD positif tersebut berpeluang bertahan hingga akhir 2026.

Sementara anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 menunjukkan ENSO berada pada kategori El Niño sangat kuat dengan indeks +2,63. BMKG memprediksi kondisi El Niño sangat kuat akan bertahan hingga awal 2027.

Aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia juga masih didominasi angin timuran. Belokan angin terpantau di sekitar wilayah ekuator.

Untuk periode Oktober hingga November 2026, anomali suhu muka laut di perairan Indonesia diprediksi didominasi kondisi normal hingga lebih dingin, dengan kisaran -0,5 hingga 0,2 derajat Celsius. Kondisi tersebut diprediksi mulai menghangat pada Desember 2026.

Dalam peringatan dini kekeringan meteorologis, BMKG menetapkan sejumlah wilayah di NTB dalam tiga level, yakni Waspada, Siaga, dan Awas.

Level Waspada meliputi Kecamatan Praya Tengah di Kabupaten Lombok Tengah; Kecamatan Montong Gading, Sikur, dan Wanasaba di Kabupaten Lombok Timur; serta Kecamatan Sekongkang dan Seteluk di Kabupaten Sumbawa Barat.

BACA JUGA:  498 Titik Panas Karhutla Terpantau di Kabupaten Bima

Level Siaga mencakup Kecamatan Sanggar di Kabupaten Bima; Kecamatan Sambelia di Kabupaten Lombok Timur; Kecamatan Bayan di Kabupaten Lombok Utara; serta Kecamatan Buer di Kabupaten Sumbawa.

Sedangkan Level Awas mencakup sejumlah wilayah di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Khusus Kabupaten Bima, wilayah yang masuk Level Awas meliputi Kecamatan Belo, Bolo, Lambitu, Langgudu, Mada Pangga, Palibelo, Sape, Soromandi, Tambora, dan Wawo. Sementara di Kota Bima, Level Awas berlaku di Kecamatan Raba.

BMKG juga mencatat tidak terdapat peringatan dini curah hujan tinggi pada periode tersebut.

Seiring meluasnya wilayah yang masuk Level Siaga hingga Awas, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi potensi krisis air bersih.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan informasi resmi terkait kondisi cuaca dan iklim untuk mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan.

Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan dan memastikan kecukupan cairan tubuh selama periode kemarau. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait