Modus Korupsi Dana Hibah Bawaslu OKU dan Kemungkinan Tersangka Baru

Ilustrasi Korupsi.
Ilustrasi Korupsi.

Berita11.com— Kasus dugaan korupsi dana hibah di Bawaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tahun anggaran 2019-2020 tampaknya bakal terus bergulir. Kejaksaan setempat membuka kemungkinan tersangka baru kasus dugaan korupsi dana hibah tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari OKU Timur, Sumatera Selatan, Arjansyah Akbar mengatakan, saat ini pihaknya terus menggali informasi dalam kasus dugaan korupsi hibah di Bawaslu tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kami terus menggali informasi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait dana hibah di Bawaslu OKU Timur,” kata Arjansyah Akbar di Martapura, Sumatera Selatan menukil Antara, Rabu (30/8/2023).

BACA JUGA: Calon PPPK ini Meninggal Dunia Sesaat sebelum Terima SK Pengangkatan

Dikatakannya, Kejari OKU Timur terus melakukan pengembangan meski sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi tersebut

Sebelumnya pada Senin (28/8/2023) lalu Kejari OKU Timur menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah di Bawaslu OKU Timur, Tiga orang tersangka masing-masing berinisial M, AW dan K menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Sekretariat Bawaslu OKU Timur sejak Juli 2020.

Para tersangka diduga merugikan keuangan negara atas penggunaan dana hibah Pilkada 2019, 2020 dan 2021 di Bawaslu OKU Timur.

Dalam pengelolaan dan penggunaan keuangan dana hibah Bawaslu OKU Timur, tersangka K, M dan AW tidak melaksanakan tugas sesuai aturan. Bahkan, dana hibah dari pemerintah daerah yang dikucurkan ke Bawaslu OKU Timur itu tidak digunakan sesuai peruntukannya.

BACA JUGA: KPK Geledah Kantor Pemkot Bima, HML: Hukum sebagai Panglima

Dijelaskan, dalam melakukan tindakan pidana korupsi para tersangka membuat kegiatan rapat fiktif, mark up belanja barang dan jasa, SPPD fiktif, hingga gaji tenaga honorer yang tidak dibayarkan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjut dia, kerugian negara yang disebabkan dalam kasus korupsi ini mencapai senilai Rp4,5 miliar.

Editor: Redaksi

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait