Dorong Implementasi Kurikulum Merdeka, LPPM STKIP Tamsis akan Laksanakan Pengabdian Bersama

Bima, Berita11.com— Secara umum sebagian besar satuan pendidikan di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu belum mampu menerapkan kurikulum merdeka karena berbagai alasan. Menyikapi hal itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Tamsis Bima akan melaksanakan pengabdian bersama.

Ketua LPPM STKIP Tamsis Bima, Anisah M.Pd menjelaskan, pengabdian bersama tersebut akan difokuskan satuan pendidikan sekolah dasar (SD) mitra di sekitar lokasi kampus.

“Kita sebenarnya ada rencana pengabdian bersama, nanti akan dikoordinir oleh LPPM untuk sekolah-sekolah sekitar. Fokusnya untuk sekolah dasar, kita ingin perkuat sekolah-sekolah untuk mendorong implementasi kurikulum merdeka,” ujar Anisah di kampus STKIP Tamsis Bima, Kamis (20/10/2022).

BACA JUGA:  Tindaklanjut MoU Menteri Sandiaga Uno, Parekraf Goes to Campus di STKIP Tamsis Bima

Secara umum STKIP Tamsis Bima memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) yang paham tentang kurikulum merdeka dan telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan (Diklat) berkaitan hal tersebut.

Selain itu, saat bekerja sama dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia Kemitraan Australia-Indonesia (Innovation for Indonesia’s School Children/ INOVASI),  para dosen STKIP Tamsis Bima yang tergabung tim Gerakan Masyarakat Sadar (Gemar) Literasi atau fasilitator daerah (Fasda), juga mendampingi 25 sekolah sasaran program peningkatan literasi dengan uji coba implementasi kurikulum merdeka.

“Sebanyak 25 sekolah ini, juga menjadi sekolah sasaran untuk uji coba implementasi kurikulum merdeka. Nah sudah beberapa bulan dilakukan pelatihan, bahkan membuat modul dan seterusnya, sehingga dari beberapa pihak ingin melihat sejauhmana kesiapan guru setelah diberikan berikan pelatihan atau setelah didampingi membuat modul ajar dan seterusnya,” ujar Anisah.

BACA JUGA:  Replikasi Pengalaman sebagai Pembina IKM, Juraidin: Inkubasi Bisnis STKIP Tamsis Strategis

Diakui dia, tidak mudah bagi sekolah-sekolah melaksanakan kurikulum merdeka, karena dari awal harus memahami prinsip dasar dan konsep kurikulum merdeka. “Jika mereka (guru) tidak paham, tidak bisa melihat perbedaanya, maka akan menjadi hambatan sendiri karena dirasa berat dan sebagainya,” ujarnya.

Ditambahkannya, pengabdian bersama yang dirancang oleh LPPM adalah bagian rasa tanggung jawab perguruan tinggi yang memiliki SDM memadai terhadap kualitas pendidikan, mendorong sekolah-sekolah agar mampu menerapkan kurikulum merdeka. “Kita rancang sebagai kontribusi perguruan tinggi,” pungkasnya. [B-19]