Tersebar pada 10 Desa, Mahasiswa STKIP Habi Mulai Gelar PPL-KKN Mandiri Terpadu

Bima, Berita11.com—Ratusan mahassiwa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Harapan Bima (STKIP HABI) yang melaksanakan program Pratik Pengalaman Lapangan – Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN) Mandiri Terpadu tahun 2022 dilepas di kampus setempat, Senin (23/8/2022).

Ratusan mahasiswa STKIP HABI Bima akan melaksanakan program PPL-KKN Mandiri Terpadu pada 10 sekolah dan desa di wilayah Kabupaten Bima.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Harapan Bima, Widya M.Pd menjelaskan, kegiatan PPL-KKN Mandiri Terpadu akan dilaksanakan mahasiswa selama dua bulan, Agustus hingga Oktober 2022 mendatang.

Dikatakannya, melalui kegiatan pengabdian tersebut, mahasiswa diharapkan menjadi penggerak menuntaskan pembangunan dan program yang tertunda di sekolah maupun desa.

BACA JUGA:  Kembangkan TaRL, STKIP Tamsis Dipercaya Kemendikbud sebagai Katalis Mendorong Kemampuan Kognitif

“Sehinga sekolah dan masyarakat setempat dapat dibantu dengan hadirnya mahasiswa PPL dan KKN dari STKIP Harapan Bima,” ujar dia.

Menurut dia, seluruh sekolah dan desa sasaran lokasi menyambut dengan positif mahasiswa yang melaksanakan program PPL-KKN Mandiri Terpadu.

“Kebersamaan tersebut cukup (baik) membangun, karena tema yang diangkat dalam PPL-KKN Mandiri Terpadu sesuai dengan kondisi dan kedaan pendidikan pada era revoluasi industri 4.0, yaitu literasi manusia, literasi data, teknologi wirausaha.

Widya mengungkapkan, umumnya pemerintah desa dan kepala sekolah berharap mahasiswa PPL-KKN Mandiri Terpadu STKIP Harapan Bima bisa memaksimalkan segala proses yang telah dititipkan oleh kampus selama dua bulan.

“Keberdaannya (mahasiswa) bisa memberikan konstribusi yang positif bagi masyarakat sebagai penikmat maupun sebagai motor penggerak,” ujar dia.

BACA JUGA:  Gukanan Bekas Sampah, Mahasiswa STKIP Tamsis Sukses Poles Kampung ini jadi Indah

Dia menambahkan, memasuki pekan kedua kegiatan PPL-KKN Mandiri Terpadu diharapkan untuk melakukan observasi dan survei di sekolah dan desa  yang telah ditetapkan sebagai lokasi program sehingga mengetahui perubahan-perubahan yang dapat diimplementasikan, sehingga dapat menjadi dasar dalam menetrapkan program kerja, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Sehingan sekolah dan desa yang telah dipilih memiliki kewajiban yang komperhensif berkaitan dengan literasi manusia literasi data, teknologi wirausaha,’ “ pungkasnya. [B-12]