Bima, Berita11.com— Peran strategis Umat Islam dalam mendirikan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi topik hangat dalam Dialog Kebangsaan yang berlangsung di Gedung Sinar AR, Desa Rato, Kecamatan Bolo, Minggu (30/8/2026).
Danramil Bolo, Lettu Caj Julkarnain yang hadir sekaligus membuka acara menegaskan bahwa Republik Indonesia berdiri atas sumbangsih besar para tokoh agama. Menurutnya, perjuangan tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi juga lewat kerja-kerja kebaikan serta penyamaan visi misi antara aparat dan elemen keagamaan.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Ihlas Hasan, akademisi Universitas Muhammadiyah Bima. Ia menjelaskan konsep Darul Ahdi wa Syahadah (Negara Kesepakatan dan Kesaksian) yang diusung dalam berbangsa.
“Indonesia adalah negara yang dibangun di atas konsensus nasional dari berbagai golongan, suku, dan agama. Meski tak dipungkiri para ulama dan pejuang jihadis yang memerdekakan bangsa ini, kita sepakat menjaga stabilitas negara dalam bingkai kesepakatan bersama,” terangnya.
Ihlas juga menyoroti diplomasi internasional, khususnya isu kebangsaan dan Palestina. Ia menilai perjuangan membela umat Islam seperti di Palestina tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan agresi atau emosional belaka, melainkan butuh pendekatan diplomasinya yang kuat serta penguasaan sains dan teknologi tinggi.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bima, Abdul Munir, mengingatkan pentingnya menanamkan akidah dan identitas Islam pada generasi muda agar NKRI tetap kokoh.
“Pemuda adalah penentu masa depan bangsa. Jika pemuda hilang imannya dan hanya sibuk dengan konten duniawi, prediksi kehancuran bangsa bisa terjadi lebih cepat. Kuncinya ada pada pembinaan iman dan penjagaan ibadah salat sejak dari rumah,” pungkas Abdul Munir. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News












