Ngaji Jurnalistik, AJI Mataram Biro Bima Gelar Pelatihan Optimalisasi Pengelolaan Media Sosial

Suasana pelatihan dan diskusi optimalisasi penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) untuk media yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram Biro Bima di Tuk Tuk Coffee Kota Bima, Minggu (16/8/2026).
Suasana pelatihan dan diskusi optimalisasi penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) untuk media yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram Biro Bima di Tuk Tuk Coffee Kota Bima, Minggu (16/8/2026).

Kota Bima, Berita11.com— Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram Biro Bima menggelar kegiatan pengelolaan media sosial untuk media di Bima, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Tuk-Tuk Coffee Kota Bima tersebut diikuti sejumlah jurnalis dari berbagai media. Pelatihan membahas pemanfaatan berbagai perangkat dan aplikasi digital untuk mendukung kerja jurnalistik, khususnya dalam produksi dan distribusi konten di media sosial.

Bacaan Lainnya


Narasumber yang juga anggota AJI Biro Bima, Khairun, berbagi pengalaman mengenai berbagai tools dan aplikasi yang dapat memudahkan jurnalis dalam membuat konten.

Menurut dia, proses penyuntingan foto maupun video kini tidak selalu membutuhkan aplikasi dengan spesifikasi berat. Berbagai aplikasi yang lebih praktis dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan produksi konten.

BACA JUGA:  Curah Hujan Meningkat, BMKG NTB Ingatkan agar Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Hal serupa berlaku dalam pembuatan video. Jurnalis dapat memanfaatkan berbagai aplikasi video editor (penyuntingan), salah satunya CapCut.

“Dulu saya anti menggunakan CapCut, karena sudah lama menggunakan Adobe Premiere. Tapi tuntutan saat ini, mau tidak mau kadang harus menggunakannya,” ujar Khairun.

Selain aplikasi penyuntingan, Khairun juga menjelaskan pemanfaatan fasilitas kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung produksi konten media, termasuk sebagai dubber atau pengisi suara dalam video berita.

Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan pengguna memilih karakter suara dan intonasi sesuai kebutuhan, termasuk karakter suara yang cocok untuk konten berita.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapat materi mengenai optimalisasi media sosial, khususnya Facebook, sebagai salah satu saluran distribusi sekaligus peluang pendapatan bagi media.

Khairun menjelaskan, media dapat mengoptimalisasi pengelolaan halaman Facebook melalui fitur monetisasi. Jika dikelola secara konsisten dan memenuhi ketentuan platform, media berpeluang memperoleh pendapatan dari Meta.

BACA JUGA:  Pemkot Bima dan BKP Bahas Hibah Instalasi Karantina Hewan

Selain monetisasi, peserta juga diajak memahami sejumlah strategi untuk meningkatkan jumlah tayangan (views) dan pengikut (followers).

“Ketika views meningkat, maka harus dibarengi dengan penambahan pengikut. Salah satunya membagikan atau meneruskan postingan ke grup-grup Facebook yang aktif dan memiliki pengikut besar. Itu bisa memberikan dampak signifikan,” terangnya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan jurnalis dalam mengikuti perkembangan teknologi digital, sekaligus mendorong media agar mampu mengelola berbagai platform media sosial secara lebih efektif.

Diharapkan, dengan pengelolaan yang tepat, media sosial tidak hanya menjadi sarana distribusi berita, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan dan keberlanjutan media di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

 

 

Pos terkait