Dishub Gagas Rute Pelabuhan ASDP Sape-Makassar, Bappeda Bidik Bima Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Suasana rakor membahas pembukaan lintasan penyeberangan antarwilayah Pelabuhan ASDP Sape, Kabupaten Bima, menuju Makassar, Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Bima Bermartabat, Kantor Bappeda Kabupaten Bima, Rabu (30/9/2026).
Suasana rakor membahas pembukaan lintasan penyeberangan antarwilayah Pelabuhan ASDP Sape, Kabupaten Bima, menuju Makassar, Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Bima Bermartabat, Kantor Bappeda Kabupaten Bima, Rabu (30/9/2026).

Bima, Berita11.com — Rencana pembukaan lintasan penyeberangan antarwilayah Pelabuhan ASDP Sape, Kabupaten Bima, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, mulai dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas daerah dan pemangku kepentingan.

Rapat koordinasi digelar di Ruang Rapat Bima Bermartabat, Kantor Bappeda Kabupaten Bima, pada Rabu, 30 September 2026.

Bacaan Lainnya

Rakor tersebut dihadiri Manajer ASDP Sape Ronaldo Hutabarat bersama tim, Kepala Bappeda Kabupaten Bima Hariman, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima A. Rifaid selaku inisiator, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima, perwakilan akademisi serta media.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima A. Rifaid mengatakan, rencana pembukaan lintasan Sape-Makassar merupakan upaya mengoptimalkan fungsi Pelabuhan ASDP Sape sekaligus memperpendek jalur distribusi logistik dan mobilitas penumpang.

BACA JUGA:  Penonton Kerap Membludak, Gubernur NTB Diharapkan Wujudkan GBL jadi Stadion Bertaraf Nasional

Menurutnya, keberadaan lintasan tersebut diharapkan dapat membuat distribusi barang dan penumpang dari wilayah Bima, Dompu dan sekitarnya menuju Sulawesi Selatan menjadi lebih efisien, tanpa harus melalui jalur transit di Labuan Bajo.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Bappeda Kabupaten Bima Hariman. Ia melihat pembukaan rute Sape-Makassar tidak hanya berkaitan dengan konektivitas transportasi, tetapi juga dapat membuka peluang pengembangan ekonomi Bima dalam jangka panjang.

“Dengan dibukanya rute Sape-Makassar ini, bisa menjadi peluang ke arah Bima 15 tahun ke depannya. Dan kami berharap Bima ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ungkap Hariman.

Dukungan juga disampaikan Dinas Perhubungan Kota Bima, Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu serta kalangan akademisi.

Lintasan Sape-Makassar dinilai berpotensi memperkuat konektivitas ekonomi antara wilayah Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, terutama dalam mendukung mobilitas angkutan ternak serta distribusi berbagai komoditas.

Sementara itu, General Manager ASDP Sape Ronaldo Hutabarat menegaskan kesiapan pihaknya mendukung rencana pembukaan lintasan tersebut.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Gelar Pasukan Ketupat Rinjani, Wali Kota Bima Ingatkan Masyarakat agar taat Prokes

“Pada prinsipnya kami dari ASDP Cabang Sape sangat mendukung dan siap mensukseskan rencana pembukaan lintasan Sape-Makassar ini. Ini peluang besar untuk konektivitas kawasan timur,” ujar Ronaldo.

Ia mengatakan, dari sisi sarana dan prasarana pelabuhan, ASDP Sape telah memiliki kesiapan untuk mendukung rencana tersebut. Namun, sejumlah tahapan masih perlu dimatangkan, terutama terkait kajian teknis dan proses perizinan.

“Dari sisi sarana dan prasarana pelabuhan kami sudah siap. Tinggal kita matangkan bersama kajian teknis dan perizinannya dengan Pemda dan Kementerian Perhubungan,” tegasnya.

Hasil rapat koordinasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan kajian lanjutan dalam proses pengajuan izin pembukaan lintasan penyeberangan antarprovinsi kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Jika terealisasi, lintasan Sape-Makassar diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka jalur distribusi baru bagi pergerakan orang, barang, ternak dan komoditas dari wilayah Bima, Dompu dan sekitarnya menuju Sulawesi Selatan. [B-22]

 

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait