Pencarian Hari Kedua Bocah Hanyut di Sungai Bolo Masih Nihil

Tim SAR gabungan dan warga saat melanjutkan pencarian bocah yang hanyut di sungai di Dusun Sigi Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026). Hingga hari kedua pencarian tidak membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan dan warga saat melanjutkan pencarian bocah yang hanyut di sungai di Dusun Sigi Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026). Hingga hari kedua pencarian tidak membuahkan hasil.

Bima, Berita11.com-– Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian hari kedua terhadap seorang bocah berusia tiga tahun yang hanyut di aliran sungai Dusun Kampung Sigi, Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026).

Korban diketahui bernama Muhammad Ibadillah (3), putra dari pasangan Syahrul dan Sinta, warga Dusun Kampung Sigi, Desa Rato. Korban dilaporkan hanyut saat mandi bersama dua orang temannya di sungai yang berada di belakang area pemakaman Kampung Sigi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Kunjungi Hutap Tambe, Menteri PUPR, Gubernur dan Bupati Bima Cek Kesiapan Peresmian






Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, mengatakan pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan menyisir aliran sungai dari titik awal kejadian hingga ke arah hilir.

“Tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (rubber boat) dari titik nol atau lokasi awal korban hanyut sampai ke hilir. Hingga pukul 17.10 WITA, korban belum ditemukan,” ujar Nurul Huda.

Ia menjelaskan, tim gabungan yang terlibat dalam pencarian terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), Tagana Dinas Sosial Kabupaten Bima, Polairud, serta masyarakat setempat.

Selain penyisiran di sepanjang sungai, unsur Polairud juga melakukan pencarian di wilayah laut untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke muara.

BACA JUGA:  Balita Laki-Laki di Bolo Dua Kali Alami Kekerasan Seksual, Kasus Pertama  Diadukan di Polres Bima Tahun 2024

Untuk mendukung efektivitas pencarian, Tim SAR gabungan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tambe dan pihak kecamatan agar pintu air di Dam Desa Tambe ditutup sementara.

“Penutupan pintu air dilakukan untuk memperlambat arus sehingga proses pencarian bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Pencarian rencananya akan dilanjutkan kembali pada Rabu (4/3/2026) mulai pukul 07.00 WITA dengan fokus penyisiran lanjutan dari titik awal kejadian hingga ke hilir sungai. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News





Pos terkait