MUI Bima Soroti Ancaman yang Mengintai Generasi Muda, Dai Diharapkan Sisipkan Pesan Bahaya Narkoba

Ustadz Irwan M.Pd.I (Kiri). Foto Ist.
Ustadz Irwan M.Pd.I (Kiri). Foto Ist.

Bima, Berita11.com – Ancaman peredaran narkoba di wilayah Bima semakin menjadi perhatian berbagai pihak. Tidak hanya aparat penegak hukum, lembaga keagamaan juga mulai mengambil peran untuk memperkuat upaya pencegahan di tengah masyarakat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bima, misalnya, mengajak para dai, ustadz, dan khatib untuk menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkoba dalam ceramah keagamaan, khususnya selama bulan Ramadan.

Bacaan Lainnya

Seruan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat yang meminta agar informasi tentang bahaya narkoba lebih masif disampaikan kepada masyarakat melalui jalur dakwah.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bima, Dr. (Cand) Irwan, M.Pd.I, mengatakan masjid memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.

BACA JUGA:  RSUD Sondosia Layani Pemeriksaan Hampir 1.000 Calon PPPK Kabupaten Bima, Positif Narkoba: Nihil

“Para dai dan khatib kami imbau untuk memasukkan pesan-pesan tentang bahaya narkoba dalam ceramah, khutbah, maupun kajian keagamaan. Ini penting karena narkoba adalah ancaman serius bagi generasi muda,” ujarnya.

 

Ancaman yang Terus Mengintai

Sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika yang terungkap di wilayah Bima dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa peredaran barang terlarang tersebut masih menjadi masalah serius.

Meski aparat kepolisian dan lembaga terkait terus melakukan penindakan, jaringan peredaran narkoba kerap menyasar kelompok usia muda, termasuk pelajar dan pemuda di lingkungan masyarakat.

Kondisi ini dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih luas, tidak hanya melalui penegakan hukum tetapi juga melalui pendekatan sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Menurut Irwan, ceramah di masjid dan mushola bisa menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Dari sana kita bisa membangun kesadaran untuk menjaga keluarga dan generasi muda dari bahaya narkoba,” katanya.

BACA JUGA:  Gagalkan Modus Paket Kiriman, Satresnarkoba Dompu Amankan Ganja Hampir 1 Kg

 

Masjid sebagai Benteng Sosial

MUI Kabupaten Bima juga mendorong pengurus masjid dan mushola untuk memperkuat kegiatan pembinaan umat, terutama yang berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda.

Selain menyampaikan ceramah tentang bahaya narkoba, masyarakat juga diajak mendukung berbagai program pencegahan berbasis komunitas dan keagamaan.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.

“Upaya melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Semua elemen masyarakat harus terlibat, termasuk tokoh agama dan pengurus masjid,” kata Irwan.

Ia berharap melalui dakwah yang konsisten dan menyentuh kehidupan masyarakat, kesadaran untuk menjauhi narkoba dapat semakin kuat, sehingga generasi muda di Bima dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, beriman, dan produktif. [B-22]

 

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait