CCTV Ungkap Detik-Deti Anak 4 Tahun Lari Sambil Bilang “I Love You, Daddy” Sebelum Tewas di Bali

Aparat Kepolisian mengevakuasi jenazah WNA Australia yang ditemukan tewas di sebuah bungalow di Legian Tengah Bali.
Aparat Kepolisian mengevakuasi jenazah WNA Australia yang ditemukan tewas di sebuah bungalow di Legian Tengah Bali.

Badung, Berita11.com—Rekaman kamera pengawas atau CCTV mengungkap detik-detik memilukan sebelum dua anak warga negara Australia ditemukan meninggal dunia bersama ayah mereka di sebuah bungalow kawasan Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Salah satu korban, LKS, anak perempuan berusia 4 tahun, disebut sempat berlari ketakutan karena dikejar ayahnya, pria berinisial SDJ (57).

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman CCTV yang diperiksa penyidik, LKS terlihat keluar dan berusaha menjauh ketika dikejar ayahnya. Dalam situasi tersebut, terdengar ucapan “I love you, Daddy”.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang mengatakan rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap rangkaian kejadian yang menewaskan tiga anggota keluarga tersebut.

LKS kemudian diduga ditangkap oleh ayahnya dan dibawa kembali ke dalam kamar. Polisi menduga SDJ melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya sebelum kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.

 

Berawal dari Kekhawatiran Istri

Peristiwa tersebut terungkap pada Minggu (13/9/2026) setelah istri SDJ yang berada di Jakarta tidak dapat menghubungi suaminya.

Istri SDJ kemudian meminta bantuan seseorang untuk mengecek kondisi suami dan kedua anaknya yang tinggal di bungalow kawasan Legian.

BACA JUGA:  Dukung KTT G20, Sesepuh PMII dan Ketua GP Ansor Kota Bima Ajak Masyarakat jaga Kamtibmas

Sebelumnya, sang istri sempat menelepon SDJ. Dalam percakapan tersebut, ia mendengar suara anak perempuan mengatakan “stop daddy” sebelum komunikasi terputus.

Karena khawatir, saksi kemudian mendatangi bungalow tersebut. Setelah tidak mendapat respons dari dalam bangunan, saksi bersama pemilik bungalow dan warga melakukan pengecekan.

Pintu bungalow akhirnya dibuka secara paksa. Saat masuk, mereka menemukan SDJ dalam kondisi meninggal dunia, sementara kedua anaknya ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar.

Polisi kemudian datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Dari rekaman tersebut, penyidik memperoleh gambaran mengenai rangkaian kejadian sebelum ketiga korban ditemukan.

Salah satu bagian yang diungkap polisi memperlihatkan LKS sempat keluar dan berlari karena diduga dikejar ayahnya. Anak tersebut kemudian diduga dibawa kembali ke dalam kamar.

Rekaman CCTV juga memperlihatkan SDJ mengambil tali sebelum kemudian mengakhiri hidupnya.

Selain CCTV, polisi memeriksa sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kedua anak.

Polisi menyebut terdapat tanda-tanda kekerasan pada bagian leher kedua anak. Namun, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap ketiga jenazah.

Ketiga jenazah sempat dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, pihak keluarga, khususnya istri SDJ, menolak dilakukan autopsi. Setelah adanya surat pernyataan penolakan autopsi, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga.

BACA JUGA:  Penjabat Wali Kota Bima Dengarkan Keluhan Masyarakat Melayu

Polisi tetap melakukan penyelidikan dengan mengandalkan bukti-bukti yang telah diperoleh, termasuk rekaman CCTV, keterangan saksi dan hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Keluarga tersebut diketahui telah tinggal atau menyewa bungalow di kawasan Kuta sejak 2022. Kepolisian juga berkoordinasi dengan Konsulat Australia terkait penanganan kasus dan ketiga jenazah.

Dari hasil penyelidikan sementara, Polresta Denpasar menduga SDJ merupakan pihak yang melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya sebelum mengakhiri hidupnya.

Polisi menyatakan belum menemukan indikasi keterlibatan orang lain dalam peristiwa tersebut.

Kesimpulan sementara itu didasarkan pada sejumlah alat bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi yang telah diperiksa penyidik.

Karena orang yang diduga sebagai pelaku utama juga telah meninggal dunia, kepolisian menyatakan akan menyiapkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Penghentian penyidikan dilakukan karena proses hukum pidana terhadap orang yang telah meninggal dunia tidak dapat dilanjutkan.

 

Tiga Anggota Keluarga Meninggal

Peristiwa tersebut menewaskan SDJ dan dua anaknya, yakni ADS dan LKS.

Kasus ini menjadi perhatian setelah polisi mengungkap adanya rekaman CCTV yang memperlihatkan salah satu korban, LKS, sempat berlari ketika dikejar ayahnya.

Di tengah situasi tersebut, terdengar suara anak itu mengucapkan “I love you, Daddy”. Polisi masih menyusun keseluruhan kronologi berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait