Bima, Berita11.com— Kasus pembacokan terjadi di Dusun Lara, Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Minggu (27/9/2026) sekira pukul 17.00 Wita. Polisi menyebut, berdasarkan kondisi luka yang dialami kedua pihak, terdapat dugaan terduga pelaku saling melukai menggunakan senjata tajam (duel).
Kapolsek Bolo IPTU Muh. Sofiyan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kedua terduga pelaku masih memiliki hubungan keluarga dan sebelumnya persoalan di antara keduanya telah sempat dimediasi.
“Benar terjadi kasus pembacokan di Dusun Lara, Desa Tambe. Dugaan keduanya saling bacok karena jika dilihat dari kondisi terduga pelaku juga terluka berat. Keduanya masih ada hubungan keluarga dan sebelumnya sudah dilakukan mediasi oleh pihak keluarga dan pihak pemerintah desa,” jelas Sofiyan kepada Berita11.com, Senin (28/9/2026).
Sofiyan juga menegaskan bahwa kedua terduga pelaku bukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sebagaimana informasi yang sempat beredar.
“Terduga pelaku bukan ODGJ,” tegasnya.
Dalam kejadian tersebut, NR (64), warga Dusun Lara, mengalami sejumlah luka setelah terlibat dalam peristiwa tersebut. Sementara MD (32), yang merupakan warga Desa Tambe dan terduga pelaku dalam perkara tersebut, juga dilaporkan mengalami luka berat.
Sebelum kejadian, persoalan antara kedua pihak disebut telah pernah dimediasi. Kepala Desa Tambe Chandra Nan Arif sebelumnya membenarkan bahwa keduanya masih memiliki hubungan keluarga dan diduga duel dipicu adanya indikasi dendam lama.
“Memang benar terjadi kasus pembacokan. Antara korban dan pelaku ini masih dalam hubungan keluarga dan indikasi karena dendam lama,” kata Chandra kepada Berita11.com, Senin (28/9/2026).
Menurut Chandra, mediasi telah dilakukan sekitar sepekan sebelum kejadian dengan melibatkan pihak keluarga. “Dan sempat dilakukan mediasi kurang lebih seminggu yang lalu,” ujarnya.
Pasca kejadian, sempat terjadi aksi pemblokiran jalan oleh pihak keluarga korban. Namun, situasi tersebut tidak berlangsung lama setelah dilakukan pendekatan oleh pemerintah desa dan pihak terkait.
“Betul terjadi aksi blokir jalan dan itu pun sebentar saja setelah dilakukan pendekatan dan diberikan pemahaman kepada keluarga korban,” kata Chandra.
Setelah personel kepolisian tiba di Desa Tambe, keluarga korban juga diberikan pemahaman terkait penanganan perkara. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News












