Kota Bima, Berita11.com-– Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bima di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Senin (12/1/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Sekretaris Daerah Kota Bima, Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota yang diwakili Kabag Ops, para asisten, staf ahli wali kota, kepala perangkat daerah, camat, dan lurah.
Sejumlah jabatan eselon II yang sebelumnya diisi pelaksana tugas kini resmi dijabat pejabat definitif. Mereka di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syahrial Nuryadin, Kepala Dinas Koperindag Ruslan, Kepala BKPSDM Muhammad Mahdum, Kepala Dinas Pertanian Abdul Najir, dan Sekretaris DPRD Kota Bima Ihya Ghajali. Selain itu, turut dilantik tujuh pejabat fungsional lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan pelantikan bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi peneguhan amanah dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan dapat menjadi berkah apabila dijalankan dengan kejujuran, integritas, dan niat tulus melayani. Namun sebaliknya, jabatan juga bisa menjadi mudarat apabila disalahgunakan,” ujarnya.
Ia mengingatkan pejabat yang dilantik agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga etika birokrasi.
Wali Kota juga meminta seluruh ASN yang belum mendapatkan promosi jabatan agar tetap menjaga semangat pengabdian. Menurutnya, keterbatasan jabatan struktural membuat tidak semua ASN dapat dipromosikan dalam waktu bersamaan.
“Belum terpilih atau belum dilantik hari ini bukan berarti tidak mampu atau tidak dipercaya, melainkan karena keterbatasan ruang jabatan dan pertimbangan organisasi,” katanya.
Ia menegaskan jabatan bukan alat untuk dilayani ataupun memperkaya diri, melainkan sarana untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Menutup arahannya, Wali Kota mengajak seluruh pejabat struktural menjaga kekompakan, memperkuat kolaborasi, dan membangun kerja tim yang solid di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan fiskal daerah.
“Tidak ada ruang untuk ego sektoral, tidak ada tempat bagi perpecahan. Kita hanya bisa maju jika bekerja bersama, seirama, dan saling menguatkan,” pungkasnya. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News













