Konsumsi Ikan Terpapar Limbah Teluk Bima, Warga Soromandi Keracunan

Korban saat Dirawat di Instalasi Gawat Darurat Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Rabu (27/4/2022) Malam.

Bima, Berita11.com— Belasan warga Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan yang terpapar limbah Teluk Bima, Rabu (27/4/2022). Akibat kejadian ini, Habibah (60 tahun), warga RT 02/01 Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, harus dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat, Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Soromandi.

Anak korban, Bambang (37 tahun) menuturkan, Habibah mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan pari yang dimasak dan diberikan oleh tetangganya di samping rumah, Adabiah. Tak lama setelah itu, sekira waktu salat Ashar, korban mengalami pusing-pusing dan muntah. Suami korban, H Hasan dan anak memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan meminumkan air kelapa muda. Setelah itu korban dibawa ke Puskesmas Soromandi Kabupaten Bima di Desa Bajo Kecamatan Soromandi menggunakan ambulan desa setempat.

Dijelaskan Bambang, ibunya tinggal bersama bapaknya, H Hasan dan saudaranya, Junaidin. Namun saudaranya dan bapaknya tidak sempat mengonsumsi ikan terdampar yang dimasak tetangganya tersebut, karena kebetulan sedang melaksanakan ibadah puasa.

“Ada juga beberapa warga yang mengalami keracunan, tegang lehernya setelah makan ikan terdampar di pinggir laut,” ujarnya.

BACA JUGA:  Suami Hamili Selingkuhan, Istri Berbesar Hati Rela Dipoligami Setelah Dimediasi Kades dan BKTM

Peristiwa yang dialami warga Desa Lewintana ini dibenarkan kepala desa setempat, Hidayat. Dia menuturkan, korban dibawa ke Puskesmas Soromandi karena mengalami muntah muntah dan sakit kepala.

“Untuk sementara ini, saya sudah imbau warga saya untuk tidak konsumsi ikan yang diambil tadi siang,” tandasnya.

Ketua RT 1/02 Desa Lewintana Kecamatan Soromandi, Haris membenarkan peristiwa yang dialami korban yang kebetulan merupakan orang tuanya.

“Tadi usai salat ashar warga yang kebetulan ibu saya ini mulai merasakan pening-pening,” ungkap Haris.

Gejala yang dialami korban semakin bertambah. Korban muntah-muntah tanpa henti sehingga dibawa ke Puskesmas Soromandi.

Menurut Haris, korban tidak memiliki riwayat alergi mengonsumsi ikan pari, karena selama ini sudah terbiasa menjadikannya sebagai lauk.

Dikataannya, warga setempat sejak Rabu pagi hingga siang, dikagetkan dengan banyaknya ikan pari yang tiba-tiba keluar ke pinggir tepi laut, sehingga berbondong-bondong mengambilnya.

“Ya ramai tadi, pada ngambil semua. Kami sudah biasa konsumsi ikan pari, tapi baru sekarang keracunan karena kita ambil dari air laut yang pas ada limbah tadi,” beber Haris.

BACA JUGA:  Pemkot Bima dan BKP Bahas Hibah Instalasi Karantina Hewan

Tidak hanya Habibah, ada 10 warga lain di Desa Lewintana yang juga merasakan gejala keracunan yang sama, yakni kepala pening dan pusing-pusing.

Warga Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Syahrul mengungkapkan, beberapa warga di desa setempat juga mengalami keracunan akibat mengosumsi ikan yang terpapar limbah dari Teluk Bima.

“Termasuk Bapak saya juga tadi hampir jadi korban. Saat mau makan ikan pari yang dimasak, tidak jadi dimakan karena ada bau seperti oli dan bau solar,” ujarnya Rabu malam.

Sebagaimana diketahui, saat limbah berwarna krem menggenangi Teluk Bima, sejumlah warga berupaya mengambil ikan yang mengapung dan dalam kondisi teler seperti jenis pari dan ikan selar.

Pantauan Berita11.com, ribuan ikan ukuran kecil jenis ikan selar dan ikan pari terdampar di pinggir laut sepanjang Jalan Pantura lintas Provinsi NTB sepanjang Desa Bajo hingga Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. sejumlah warga tampak bahagia bisa mendapatkan dengan mudah ikan pari yang terdampar. [B-11]