Pertama dalam Sejarah, Mahasiswa STKIP Tamsis Dikukuhkan sebagai Sarjana dalam Balutan bulan Suci Ramadan

Foto Bersama Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si dengan Pimpinan Prodi dan Peserta Yudisium Setiap Prodi Usai Prosesi Yudisium Tahap 3 Tahun 2022, Rabu (27/4/2022). Credit Firdaus.

Bima, Berita11.com—Mahasiswa tingkat akhir dari enam program studi (Prodi) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Kependidikan Taman Siswa (STKIP Tamsis) Bima dikukuhkan sebagai sarjana dalam prosesi yudisium tahap 3 tahun 2022, yang digelar di Auditorium Sudirman STKIP Tamsis Bima, Rabu (27/4/2022).

Prosesi yudisium dalam balutan bulan suci Ramadan merupakan yang pertama dalam sejarah –Kampus Merah— STKIP Tamsis Bima.

Dalam sambutannya, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si mengatakan, yudisium tahap 3 merupakan momentum bersejarah bagi mahasiswa tingkat akhir kampus setempat yang dikukuhkan sebagai sarjana.

“Bertepatan 25 Ramadan 1443 Hijriah, Ketua STKIP Taman Siswa mengukuhkan saudara-saudara sebagai sarjana,” ujarnya saat mengukuhkan peserta yudisium STKIP Tamsis Bima.

Dr Ibnu berharap, prosesi pengukuhan mahasiswa tingkat akhir program strata satu (S-1) sebagai sarjana, membawa berkah bagi seluruh peserta yudisium, karena bertepatan bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

“Sudah resmi menyandang sarjana, setelah melewati berbagai proses. Mulai hari ini saudara-saudara resmi menyandang gelar S.Pd. Ditetapkan sebagai sarjana pada bulan Ramadan, mudah mudahan menjadi keberkahan bagi adik-adik untuk memasuki dunia baru. Kami baru pertama kali melaksanakan yudisium pada bulan Ramadan,” ujar ketua Forum Rektor Bima-Dompu ini.

BACA JUGA:  PPL KKN Terpadu Tamsis Dorong Sadar Literasi, Numerasi dan Wisata jadi Paduan Pembangunan Desa

Dikatakannya, hingga saat ini STKIP Tamsis Bima tercatat telah meluluskan 7.000 alumni yang terserap dalam berbagai sektor pekerjaan dan sebagian secara mandiri menjadi wirausaha baru.

“Alumni STKIP Tamsis tidak hanya menjadi guru, tapi memiliki keterampilan-keterampilan yang kekinian, sebagai pemimpin. Ada juga alumni yang tersebar di NTT dan Papua.  Mengembangkan keterampilan-keterampilan kekinian yang dimiliki, ada yang jadi guru olahrga. Itulah yang Anda bisa gunakan, keterampilan bisa Anda kembangkan di masa kerja maupun untuk kegiatan wirausaha,” ujar Dr Ibnu.

Dr Ibnu Khaldun juga memuji sejumlah peserta yudisium yang meraih indeks prestasi komulatif (IPK) terbaik dalam prosesi yudisium tahap 3 tahun 2022 ini. Salah satu peserta yudisium bahkan berhasil menuntaskan kuliah dan menjadi terbaik meskipun berlatar belakang yatim piatu atau tanpa orang tua dan bekerja sebagai petani.

Peserta yudisium lainnya, Abdul Gafur dari Prodi PJKR berhasil mengembangkan kompetensi dalam bidang sepak bola. “Kemudian ada Abdurrahman dari Jawa dan Dian Fajaratun yang berparas cantik. Wajah dan fisik ok serta memiliki keterampilan-keterampilan. Artinya sudah dapat merancang masa depan,” katanya.

BACA JUGA:  STKIP Tamsis Tatar Guru Tiga Kecamatan secara Daring dan Luring tentang Gemar Literasi

Ditambahkannya, mahasiswa S-1 tahap akhir yang menuntaskan kuliah telah melawati satu tahap dalam kehidupan.  “Paling tidak spirit-spirit dari lulusan ini menjadi pelajaran penting bagi kami, bagi adik adik mahasiswa. Mari kembangkan hubungan kita, tidak hanya sebagai dosen dan mahasiswa. Anda sudah selesai satu tahap, segera selesaikan tahap berikutnya dan dapat menjadi contoh dalam keluarga Anda sendiri,” pesan Dr Ibnu Khaldun.

Puluhan mahasiswa tingkat akhir STKIP Tamsis Bima yang mengikuti yudisium tahap 3 pada Rabu (27/4/2022), berasal dari Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Pendidikan Matematika, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Teknologi Informasi (PTI).

Selain Ketua STKIP Tamsis, pimpinan yayasan dan pimpinan setiap Prodi, prosesi yudisium tahap 3 tahun 2022, STKIP Tamsis Bima juga diikuti dosen, Ketua LPPM dan staf kampus. [B-11]