Replikasi Pengalaman sebagai Pembina IKM, Juraidin: Inkubasi Bisnis STKIP Tamsis Strategis

Waket STKIP Tamsis, Juraidin ST MT. Foto US/ Berita111.com.

Bima, Berita11.com— Salah satu pejabat strutural kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Kependidikan Taman Siswa (STKIP Tamsis) Bima yang dilantik pada Rabu (8/9/2021) adalah Juradin ST MT.

Mantan Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bima ini dilantik sebagai Wakil Ketua (Waket) Bidang Keuangan dan Administrasi STKIP Tamsis Bima.

Menurut Juraidin, sebagai pusat inkubasi bisnis, STKIP Tamsis Bima strategis karena didukung dengan lokasi lalulintas dan mobilitas masyarakat termasuk pendatang (pelancong), karena kampus STKIP Tamsis berada di jalan negara dan tak jauh dari bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima serta tak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Bima. selain itu juga didukung sumber daya manusia yang mumpuni dan memiliki akses luas.

“Sebenarnya konsep inkubasi bisnis prospeknya bagus karena didukung oleh calon konsumen di sekitar, konsumen yang banyak dan apalagi lokasi kampus yang strategis. Jadi, ini menjadi peluang yang besar, tinggal bagaimana menjalin kemitraan dengan pihak swasta yang lain dan pemerintah serta kita sendiri (lingkup) perguruan tinggi,” ujar Juraidin usai pelantikan pejabat structural STKIP Taman Siswa, Rabu (8/9/2021).

Juraidin mengungkapkan, sebagai mantan pembina Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabuapten Bima, dia paham betul strategi dan hal-hal yang dibutuhkan untuk pengembangan kegiatan usaha.

“Telah banyak (IKM) kami fasilitasi, termasuk berkaitan standardiasi produk hingga pengembangan usaha. Itu menjadi salah satu kewajiban untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Standardisasi seperti merek, legalitas usaha, izin usaha dan untuk (usaha) pangan harus ada izin halal, izin edar dan Standar Nasional Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Unggul Jauh Hasil Poling Kinerja Anggota DPR dari NTB, HBK Fokus Bekerja untuk Rakyat

Juraidin mengatakan, sebagaimana pengalaman pihaknya saat menjadi pembina IKM Kabupaten Bima, ada beberapa kendala signifikan dalam pengembangan industri kecil menengah, terutama berkaitan SDM, modal dan sarana-prasaran.

“Itu memang harus ada intervensi secara besar-besar oleh pemerintah untuk meningkatkan kemampuan IKM,” katanya.

Kendati demikian, setelah kembali ke masyarakat kampus, Juraidin mengisyaratkan akan mereplikasi seluruh pengalamannya dalam membantu mendorong pusat inkubasi bisnis STKIP Taman Siswa Bima untuk dapat menjadi salah satu lokomotif perekonomian di Kabupaten Bima, terutama melalui kegiatan IKM/ UMKM.

“Insya Allah kita terapkan itu, mudah-mudahan ada dukungan berbagai pihak, baik anggaran dan fasilitas sehingga kita bisa melaksanakan itu, termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah desa karena peran dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung itu semua,” ujarnya.

Juraidin adalah wajah lama yang kembali mengabdi di Kampus Merah— sebutan STKIP Tamsis Bima. Dia adalah salah satu orang yang bersama pendiri STKIP Tamsis Bima, Almarhum H Sudirman Ismail yang berjuang saat pengembangan awal kampus.

“Saya wajah baru tapi orang lama, waktu bersama Bapak H Sudirman, kami telah bekerja sama dengan beliau melakukan usaha-usaha dalam rangka memajukan kampus, waktu itu melalui Kementerian Pendidikan kami berupaya untuk mendatangkan anggaran supaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan sarana di kampus mulai tahun 2008-2011,” ujar Juraidin

BACA JUGA:  Inflasi Tahunan NTB lebih tinggi Dibandingkan Nasional, ini Faktor Penyumbangnya

Selama tiga tahun pertama pengembangan kampus STKIP Taman Siswa, Juraidin bersama Almarhum H Sudirman Ismail berhasil mendapatkan anggaran Rp3 miliar dari kementerian yang kemudian digunakan membangun infstruktur kampus dari tahun 2008-2011.

“Kami mendapatkan alokasi Rp1 miliar setiap tahun selama tiga tahun, kita dapat Rp3 miliar, yang pertama (bangunan ruang kuliah) di Selatan, kemudian bangunan tengah, auditorium dan melalui APBD bersama haji Sudirman dapat untuk pembangunan musala dan perpustakaan,” ujarnya.

Pada tahap awal kampus STKIP Tamsis Bima berdiri, Juraidin juga mengajar di kampus dengan menjadi dosen mata kuliah ilmu pengetahuan lingkungan selama dua tahun.

“Kami beharap dengan kepercayaan amanah ini dapat kami laksanakan dengan sebaik- baiknya. Memang kami sebelumnya di kampus, kemudian saat ditunjuk sebagai kepala bidang kami sempat berhenti karena kesibukan di kantor. Mudah-mudahan pengalaman yang kami miliki dapat memberikan kontribusi untuk kampus STKIP Taman Siswa Bima,” harapnya.

Sebelumnya Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Ibnu Khaldun Sudirman menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan sinyal positif dari Kementerian Parekraf, dukungan terhadap program kampus STKIP Tamsis sebagai pusat inkubasi bisnis. [B-19]