Prof Djoko Dorong Pembentukan Unit Sport Science untuk Percepatan Prestasi Olahraga Daerah

Prof Dr Djoko Pekik Irianto bersama Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr H Ibnu Khaldun dan Wabup Bima, dr H Irfan Zubaidy.
Prof Dr Djoko Pekik Irianto bersama Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr H Ibnu Khaldun dan Wabup Bima, dr H Irfan Zubaidy.

Bima, Berita11.com— Gagasan pembentukan unit sport science mengemuka dalam Kuliah Umum Nasional bertajuk Transformasi Tata Kelola Organisasi Olahraga: Mengadopsi Standar Nasional yang digelar Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) STKIP Taman Siswa Bima di Auditorium Sudirman, Rabu, 21 Mei 2026.

Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 300 peserta tersebut, Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus Ketua KONI DIY, Prof Dr Djoko Pekik Irianto menegaskan bahwa peningkatan prestasi olahraga saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan bakat dan latihan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, olahraga modern harus ditopang pendekatan ilmiah yang terintegrasi melalui pembentukan unit sport science guna menjembatani kebutuhan atlet, pelatih, akademisi, dan organisasi olahraga.

“Pembinaan olahraga harus berbasis ilmu pengetahuan dan data agar prestasi atlet dapat meningkat secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sport science atau ilmu keolahragaan sendiri merupakan pendekatan multidisiplin yang memadukan berbagai bidang keilmuan seperti fisiologi olahraga, biomekanika, psikologi olahraga, nutrisi, tes dan pengukuran, hingga analisis performa atlet.

BACA JUGA:  Buka Akses Beasiswa ke Tiga Negara, BRIDA dan LPP NTB Sosialisasi Beasiswa di STKIP Tamsis

Melalui pendekatan tersebut, proses pembinaan atlet dinilai dapat dilakukan lebih efektif, terukur, dan berbasis data sehingga mampu mempercepat peningkatan prestasi olahraga daerah.

Prof Djoko menilai daerah sebenarnya memiliki potensi atlet yang besar, namun belum sepenuhnya didukung sistem pembinaan berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga perlu diperkuat agar hasil riset dan rekomendasi ilmiah dapat langsung diterapkan dalam pembinaan atlet.

Selain peningkatan prestasi, kehadiran unit sport science juga dinilai penting untuk mendukung pemetaan bakat olahraga, pencegahan cedera, penyusunan program latihan, hingga evaluasi pembinaan secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang dihadiri pengurus KONI Kabupaten dan Kota Bima, guru olahraga, pengurus cabang olahraga, alumni PJKR, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bima dan Dompu.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman menyambut baik gagasan pembentukan unit sport science sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem olahraga daerah.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga.

BACA JUGA:  Hebat, Dua Atlet Penyumbang Emas dan Perak untuk NTB adalah Mahasiswa STKIP Tamsis

Ia menjelaskan, mahasiswa dan alumni PJKR STKIP Taman Siswa Bima selama ini telah banyak berkiprah sebagai wasit, juri, maupun perangkat pertandingan pada berbagai cabang olahraga. Kampus juga aktif memfasilitasi peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan kegiatan akademik.

Selain itu, STKIP Taman Siswa Bima terus berkembang sebagai perguruan tinggi berorientasi global dengan membuka Program Magister Pedagogi, menerima mahasiswa internasional, menyelenggarakan konferensi internasional, hingga mengirim mahasiswa dalam program pertukaran pelajar dan kompetisi internasional di Malaysia.

“Ke depan, STKIP Taman Siswa Bima berkomitmen menjadi pusat pengembangan olahraga di Pulau Sumbawa,” kata Ibnu Khaldun.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima sekaligus Ketua KONI Kabupaten Bima, dr H Irfan Zubaidy menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam kemajuan daerah dan bangsa.

Ia menilai pendidikan, kesehatan, dan ekonomi merupakan tiga pilar penting yang harus diperkuat secara bersamaan, termasuk dalam pembangunan olahraga.

Menurutnya, pengelolaan olahraga harus dilakukan secara profesional melalui pembinaan sejak usia dini dengan melibatkan sekolah dan guru olahraga sebagai ujung tombak pencarian serta pengembangan bakat atlet. [B-27]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait