Bima, Berita11.com— Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/3/2026) sore.
Banjir dilaporkan terjadi di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, serta Desa Nggelu, Kecamatan Lambu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M Nurul Huda, mengatakan hujan terjadi sekitar pukul 14.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang menyebabkan peningkatan debit air dari wilayah pegunungan sehingga memicu banjir di beberapa wilayah,” ujarnya.
Di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, banjir terjadi sekitar pukul 16.10 WITA. Luapan air dari pegunungan menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air sehingga air meluap ke ruas Jalan Sultan Muhammad Salahuddin di depan GOR Panda.
Ketinggian air di lokasi tersebut berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter. Genangan air bercampur lumpur menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Selain tingginya debit air, banjir juga dipicu oleh tumpukan sampah yang menyumbat saluran drainase.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Desa Nggelu, Kecamatan Lambu, sekitar pukul 16.20 WITA. Luapan air dari pegunungan menyebabkan drainase tidak mampu menampung aliran air sehingga meluap ke permukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian.
Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.
Sebanyak 10 kepala keluarga atau 37 jiwa dilaporkan terdampak banjir. Sedikitnya 10 unit rumah warga di RT 06, RT 07, RT 09, dan RT 10 terendam air. Selain itu, satu lapangan desa turut terendam banjir.
Banjir juga menyebabkan satu unit infrastruktur bendungan (dam) di sungai setempat mengalami kerusakan akibat terbawa material sampah dan batang kayu yang hanyut bersama arus banjir.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Nurul Huda menambahkan, saat ini kondisi banjir di kedua wilayah tersebut telah berangsur surut dan warga mulai melakukan pembersihan lumpur di rumah serta lingkungan sekitar.
“Tim BPBD Kabupaten Bima telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, TNI, dan Polri untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, serta pendataan dampak bencana di wilayah terdampak,” katanya.
BPBD Kabupaten Bima juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News











