Masyarakat Perlu Waspada, El Nino Super Berpotensi Landa Indonesia Mei–September 2026

Ilustrasi Kekeringan.
Ilustrasi Kekeringan.

Jakarta, Berita11.com — Ahli klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Erma Yulihastin, menyatakan Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino Super atau Godzilla pada periode Mei hingga September 2026.

Menurut Erma, kondisi tersebut diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang, kering, dan panas dibanding biasanya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, prediksi tersebut merujuk pada tiga model iklim global yang dirilis European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) Inggris, Bureau of Meteorology (BOM) Australia, serta Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) Jepang.

BACA JUGA:  Belum Diketahui Identitas, Mayat Pria Ditemukan di Sungai Padolo Kota Bima

Ketiga lembaga tersebut, kata Erma, menunjukkan indikasi El Nino Super yang ditandai kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik lebih dari 2 derajat Celsius pada area yang luas. Dalam kondisi normal, kenaikan suhu muka laut di kawasan tersebut hanya berkisar 0,5 derajat Celsius.

Pemanasan suhu permukaan laut itu dinilai sebagai anomali karena menyebabkan pembentukan awan dan curah hujan terkonsentrasi di wilayah Samudra Pasifik. Dampaknya, kawasan sekitar Pasifik berpotensi mengalami curah hujan tinggi, sedangkan wilayah yang jauh dari Pasifik, termasuk Indonesia, cenderung mengalami kekeringan.

“Tiga model global itu sama-sama menunjukkan potensi Super El Nino terjadi tahun ini. Itu yang menjadi dasarnya,” ujar Erma dikutip Senin (20/4/2026).

BACA JUGA:  Desak Terduga Pembacok Ditangkap, Massa Tutup Ruas Jalan

Meski demikian, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) belum menyimpulkan adanya El Nino ekstrem. NOAA saat ini baru memproyeksikan potensi El Nino kuat dengan peluang kemunculan mencapai 62 persen pada periode Juni hingga Agustus.

Namun, Erma menilai tren prakiraan NOAA dalam beberapa waktu terakhir juga mengarah pada penguatan El Nino.

“Tidak ada satu pun model yang menyebut El Nino tidak akan terjadi atau netral hingga akhir tahun. Justru kecenderungannya semakin kuat. Peluang terjadinya El Nino semakin besar mulai Mei,” katanya. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait