Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, STM Ajak Pelajar Dompu Daur Ulang Limbah Domestik

Kegiatan PT Sumbawa Timur Mining memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang merupakan agenda tahunan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).
Kegiatan PT Sumbawa Timur Mining memeringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang merupakan agenda tahunan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

Dompu, Berita11.com— Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan agenda tahunan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) yang diperingati setiap 5 Juni secara global, termasuk oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) di area kerja Proyek Hu’u dan sekitarnya.

Tahun ini, STM membuka rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mengajak pelajar SMAN 1 Pajo, Kabupaten Dompu, mendaur ulang limbah domestik berupa minyak jelantah.

Bacaan Lainnya


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik NTB, rata-rata konsumsi minyak goreng masyarakat di provinsi ini pada tahun 2025 mencapai sekitar 1,2 liter per kapita per bulan. Dengan tingkat konsumsi minyak goreng yang cukup tinggi tersebut, sebagian besar akan berakhir sebagai minyak jelantah.

Minyak sisa penggorengan ini perlu dikelola secara tepat, termasuk didaur ulang, agar tidak merusak ekosistem perairan, kesuburan tanah, hingga menimbulkan masalah kesehatan karena senyawa berbahaya.

Kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di SMAN 1 Pajo dimulai dengan penyampaian materi lingkungan dan tutorial pemanfaatan minyak jelantah oleh tim Sustainability STM. Pemateri menjelaskan bahwa alih-alih dibuang begitu saja, minyak jelantah dapat didaur ulang menjadi sabun, lilin, hingga minyak pelumas sederhana. Selanjutnya, dengan bahan yang telah tersedia, peserta pun diajak membuat produk bermanfaat dari minyak jelantah, dalam hal ini berupa sabun cuci.

BACA JUGA:  Kodim 1628/Sumbawa Barat dan Warga Genjot Pembangunan Pompa Hidram

Kepala Sekolah SMAN 1 Pajo, Amar Hadi, S.Pd., menyambut baik inisiatif STM yang merangkul para pelajar dalam kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

“Siswa dapat merasakan langsung bagaimana mereka menjaga lingkungan, membuat lingkungan menjadi sehat, dan mendaur ulang minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini selaras dengan nilai yang diterapkan di SMAN 1 Pajo, yakni pendidikan yang dekat dengan bumi.

Dalam kesempatan ini, Amar Hadi juga berharap agar STM dapat terus mendukung pengembangan kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini.

“Harapan kami, semoga STM dapat terus mencerdaskan masyarakat, membuat para pelajar well educate, tidak hanya belajar di sekolah tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Terima kasih STM, semoga sukses selalu,” ungkap Amar Hadi seusai acara.

 

Pelestarian lingkungan terpadu

Principal Environmental Advisor STM, Ratri Auliandari, menerangkan bahwa edukasi lingkungan bagi pelajar SMAN 1 Pajo merupakan kelanjutan dari program “Sustainability Goes to School”. Program ini dilakukan secara bergilir di sekolah-sekolah yang berlokasi di sekitar area kerja STM. Sebelumnya, program lingkungan proaktif ini berlangsung di SDN 12 Hu’u, Kecamatan Hu’u, dengan materi edukasi tentang daur ulang sampah plastik.

BACA JUGA:  Kabag SDA: Setiap Triwulan PT STM Rutin Sampaikan Laporan kepada Pemda

Ratri menambahkan, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, STM tidak hanya memberikan edukasi tentang daur ulang di SMAN 1 Pajo.

“Kami juga memiliki program lingkungan yang melibatkan berbagai pihak, seperti penanaman pohon bersama masyarakat Desa Sawe dan lokakarya lingkungan bagi karyawan dan mitra kerja STM di Site Hu’u. Langkah kolaborasi ini selaras dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, yakni #NowForClimate,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan tersebut melengkapi upaya terpadu STM dalam pelestarian lingkungan, baik di dalam maupun luar area kerja perusahaan. Sepanjang 2026, STM telah menanam dan membagikan lebih dari 1.150 bibit pohon kepada masyarakat untuk mendukung program penghijauan. Sementara sebelumnya, pada 2025, STM telah merehabilitasi lahan yang tak lagi digunakan untuk keperluan eksplorasi seluas 8,92 hektare, atau mencapai 105% dari target semula.

“Berbagai upaya pelestarian lingkungan seperti studi rona awal, pemantauan rutin, hingga pembibitan tanaman, juga terus kami lakukan agar perkembangan Proyek Hu’u selaras dengan kelestarian alam di sekitarnya. Sebagai wujud komitmen, STM juga telah memiliki sertifikat internasional ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, menunjukkan kesungguhan perusahaan terhadap perlindungan lingkungan bahkan sejak tahap eksplorasi,” tandas Ratri. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait